Disnaker Akui Ada 52 TKA di PT SLI







Ilustrasi (Foto-Net)
Ilustrasi (Foto-Net)

Palembang, KoranSN

Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Palembang, Yanuarpan Yani mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui sama sekali tentang reses yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel di PT SLI Keramasan Palembang, bebera Kamis (1/12/2016) lalu.

“Kita tidak tahu kalau dewan Sumsel melakukan reses ke SLI, kita memang tidak diberi tahu,” ungkapnya, saat dihubungi, Minggu (4/12/2016).

Diakui Yanuarpan, terkait adanya dugaan SLI mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) saat ini, dia membenarkan memang ada laporan kepada pihaknya. Terhitung ada sekitar 52 orang TKA yang sudah dilaporkan kepada Disnaker Palembang.

“Ada laporannya beberapa waktu lalu, kalau saya tidak salah ada sekitar 52 orang TKA yang didaftarkan. Mengenai surat-surat perizinan dan sebagainya itu, para TKA ini sudah memiliki, lengkap semuanya,” katanya.

Menurutnya, dalam hal ini Disnaker Palembang hanya bertugas sebagai pembina dan pemberi penyuluhan kepada para TKA tersebut. Sedangkan perizinan dan kelengkapan berkas yang dimiliki oleh TKA merupakan wewenang dari Imigrasi dan kementerian pusat.

Baca Juga :   Disdukcapil Palembang Tetap Layani Masyarakat Meski di Hari Cuti Bersama

“Kita hanya melakukan pembinaan, Disnaker Sumsel yang lebih tahu. Prosedur yang wajib dilakukan baik itu penempatan dan lainnya itu pusat yang ngurus. Imigrasi kan ada beberapa tim termasuk kita sebagai pembina,” terangnya.

Hingga saat ini, pihaknya mendata ada sekitar 143 TKA yang ada di Palembang, diketahui negara Thailand yang mendominasi jumlah TKA tersebut.

“Itu didominasi oleh TKA yang berasal dari negara Thailand. Untuk berapa jumlah tepatnya saya tidak bisa menyebutkan,” ujarnya.

Yanuarpan juga menambahkan, di tahun 2017 mendatang seluruh pengawasan baik itu di kabupaten ataupun kota akan diambil alih oleh pemprov Sumsel.

“Pengawasan dari kabupaten dan kota itu akan diambil alih provinsi tahun depan. Mulai berlakunya per Januari 2017 itu sudah dijalankan. Diambil alih itu secara keseluruhannya, entah itu pelanggaran aturan dan masalah TKA lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya, reses anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan (Dapil) Kota Palembang ke PT Sritrang Lingga Indonesia (SLI), berakhir tanpa hasil, bahkan rombongan wakil rakyat yang dikoordinatori Anita Noeringhati ini merasa dilecehkan, karena tidak diterima oleh direksi yang kapabel dan terkesan menutup diri. Oleh karena itu, DPRD Sumsel minta PT SLI diaudit dengan sebenar-benarnya.

Baca Juga :   Dharma Wanita Diknas Palembang Bantu Mushollah Al-Ikhlas

“Sebenarnya maksud kedatangan kita kesini (PT SLI) untuk mempertanyakan adanya tenaga kerja asing (TKA), dan alasan sejumlah karyawan yang dipecat tanpa proses yang benar. Namun, managemen PT SLI tidak terbuka, ada hal-hal yang sengaja ditutup-tutupi, karena kita minta company profil dan struktur perusahaan saja tidak dikasih, dan yang menerima kami juga bukan dari pihak yang kapabel,” tukas Anita saat itu. (tya)





Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Ikhwanuddin Minta Lahan Milik Keluarganya Diganti Rugi

Palembang, KoranSN Ikhwanuddin SSos MSI, Selasa (4/10/2022) menegaskan, keluarganya menjadi korban terkait dugaan penyerobotan lahan …

error: Content is protected !!