Ditahan KPK di Rutan Pakjo, Aries dan Ramlan Tutupi Borgol dengan Jaket





Tersangka Aries HB dan Ramlan Suryadi saat tiba di Rutan Pakjo Palembang. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dengan mengenakan rompi tahanan KPK dan menutupi tangan diborgol menggunakan jaket, Ketua DPRD Muara Enim nonaktif Aries HB dan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi yang merupakan tersangka OTT suap proyek Bupati Muara Enim, Kamis (3/9/2020) tiba ke Rutan Pakjo Palembang.

Keduanya ditahan di Rutan Pakjo dalam rangka persiapan persidangan, yang dalam waktu dekat akan digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 15.40 WIB dua mobil yang membawa kedua tersangka tiba di Rutan Pakjo Palembang. Dengan pengawalan ketat petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kedua tersangka turun dari mobil dan langsung dibawa petugas masuk ke dalam Rutan. Selain itu juga tampak petugas KPK membawa dua buah koper.

Baca Juga :   Sidang OTT Muba, M Apriadi Patok Jatah Fee Rp 20 Juta

Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, terlihat petugas KPK keluar dari Rutan lalu meninggalkan Rutan Pakjo Palembang dengan mengendarai dua mobil.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Januar Dwi Nugroho mengatakan, jika penahanan kedua tersangka ditempatkan di Rutan Pakjo Palembang lantaran dalam waktu dekat persidangan kedua tersangka akan segera digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

“Sedangkan untuk berkas perkara kedua tersangka, dalam waktu dekat juga akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Palembang. Selain itu, Tim JPU KPK yang akan menyidangkan kedua terdakwa juga telah dibentuk,” pungkasnya.

Diketahui dalam perkara ini, sebelumnya Ahmad Yani yang merupakan Bupati Muara Enim yang menjabat saat kasus ini terjadi telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang dengaan hukuman pidana 5 tahun penjara.

Baca Juga :   KPK Dalami Keterlibatan Juarsah Dalam Kasus OTT Bupati Muara Enim

Sedangkan A Elvin MZ Muchtar yang ketika kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim divonis Hakim 4 tahun penjara. Kemudian, Robi Okta Fahlefi selaku kontraktor yang memberikan suap juga telah divonis Hakim dengan hukuman pidana 3 tahun penjara. (ded)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kontraktor Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Turap RS Kusta Jilid II Didakwa Pasal Berlapis

Palembang, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Selasa (27/9/2022) membacakan dakwaan terhadap pihak kontraktor, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!