Djakfar Shodiq Siap Dipinang Jadi Pasangan Pilkada OKI



HM Djakfar Shodiq saat mengambil formulir Balon Wabup di DPD II Golkar OKI. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

HM Djakfar Shodiq bin H Mutawali siap dipinang bakal calon lainnya untuk dijadikan pasangan pada Pilkada OKI 23 Juni 2018 mendatang. Kesiapan itu dibuktikannya dengan mengambil formulir bakal calon wakil bupati OKI periode 2019-2024 di Sekretariat DPD II Golkar OKI Jalan Letnan Darna Jambi Sukadana Kayuagung, baru-baru ini.

Bahkan sebelumnya ia sudah mengambil formulir di beberapa Parpol seperti PAN. Diketahui, Djakfar Shodiq yang berdarah Jawa ini menjabat Wakil Ketua DPD II Golkar OKI, ia juga anggota DPRD OKI periode 2014-2019. Sebelum masuk kancah politik, ia sebelumnya menjabat Kades Makarti Mulya Kecamatan Mesuji OKI periode 2008-2014.

Saat datang ke kantor Golkar, Djakfar Shodiq terlihat mengendarai mobil jenis sport. Djakfar Shodiq yang selalu berpeci hitam dan mengenakan kemeja putih ini disambut Ketua DPD II Golkar OKI, Bakri Tarmusi SE dan fungsionaris Partai Golkar lainnya.

Dalam konferensi pers di Kantor Partai Golkar, Djakfar Shodiq menjelaskan, ia mengambil formulir bakal calon OKI-2 atau wakil bupati bukan berarti tidak memiliki kekuatan untuk menjadi bakal calon OKI-1 atau bupati.
“Apapun keputusan partai, mendukung saya atau tidak akan saya terima. Sebagai kader, saya mengikuti mekanisme Golkar,” katanya.

Baca Juga :   Rumah Penerima PKH di OKI Berlabel “Keluarga Miskin”

Apa alasannya menjadi bakal calon Wabup? Dikatakannya, awalnya
ia mendengarkan masyarakat yang bertanya-tanya. “Katanya saya ini mau nyalon bupati atau wakil bupati. Lalu, saya jelaskan kepada masyarakat dan pendukung, saya nyalon wakil bupati,” ungkapnya.

Katanya lagi, jika dirinya telah bulat memutuskan untuk maju sebagai wakil bupati dan ini sudah menjadi keputusan bersama dengan tim pemenangan di Lintas Timur. “Keputusan menjadi wakil, murni tak ada dorongan/perintah dari kandidat lain. Namun saya belum mengincar pasangan karena masih melihat peta politik,” ujarnya.

Sambungnya, Partai Golkar merupakan partai pemenang ketiga dalam Pileg 2014 di OKI lalu sehingga hanya mendapatkan lima kursi di dewan. Oleh karena itulah, bakal calon tidak bisa diusung sendiri dan harus dekat dengan Parpol lainnya. Bahkan sejauh ini dirinya mengaku belum melakukan lobi politik dengan bakal calon lain (OKI-1) sehingga kedekatannya dengan calon lain masih normal saja.

Baca Juga :   Longsor Lumpuhkan Jalur Lematang-Pagaralam

“Kalau saya dilamar, Alhamdulilah. Kalau tidak, tak apa apa,” akunya sembari menambahkan jika ia tetap optimis, Golkar akan mempertimbangkan kadernya yang memiliki potensi menang.

Masih dikatakannya, sebagai wakil rakyat di legislatif, ia akan patuh dengan peraturan. “Bila nanti saya diusung Golkar dan koalisinya dan ditetapkan sebagai Cawabup OKI oleh KPUD OKI, saya siap mundur dari kapasitas sebagai anggota dewan,” tandasnya.

Ketua DPD II Golkar OKI, Bakri Tarmusi SE diwakili RM Edikari (Sekretaris) menambahkan, Partai Golkar mempunyai keputusan bersama sesuai mekanisme partai. “Sesuai peraturan Golkar, tidak ada intervensi dari kami. Seluruh kader Golkar yang nyalon, akan disurvei sehingga hasil survei yang menentukan,” ucapnya. (iso)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Herman Deru Jamin Kebutuhan Makan dan Tempat Tinggal Korban Kebakaran Desa Pemulutan

Ogan Ilir, KoranSN Dalam Safari Jumat yang dilakukan Gubernur Sumsel, H Herman Deru di Masjid …