Dokter: Pemberian Nutrisi yang Tepat Cegah Stunting





“Sinergi antara dinas kesehatan dan pemerintah kabupaten/kota terkait sangat diperlukan untuk intervensi spesifik dalam menurunkan prevalensi stunting tersebut,” kata dia.

Satuan Tugas Perlindungan Anak PP IDAI Dr Rachmat Sentika SpA MARS menjelaskan bahwa sistem rujukan pada kasus stunting harus dapat dilaksanakan hingga ke rumah sakit. Dukungan fasilitas layanan kesehatan primer dalam surveilans gizi, deteksi dan penemuan kasus di masyarakat sangat dibutuhkan.

“Perlu adanya sinergitas antara tenaga kesehatan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk menemukan risiko stunting,” kata Rachmat.

Direktur Medical Science Danone Indonesia Dr Ray W Basrowi mengatakan pihaknya berkomitmen dalam penurunan angka stunting di Tanah Air. Komitmen tersebut dilakukan dalam bentuk promosi pemberian ASI eksklusif bagi karyawan, mendukung berbagai macam riset tentang nutrisi pada anak-anak, program edukasi tenaga kesehatan berkelanjutan, serta program pemberdayaan masyarakat dan komunitas.

Baca Juga :   Peringati Hari Kesehatan Nasional, Kemenkes Tekankan Pentingnya Germas

Sebelumnya, pihaknya melakukan seminar Tatalaksana Cegah Stunting Tenaga Kesehatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Melalui Sistem Rujukan Berjenjang di Kota Tomohon Sulawesi Utara.

“Tugas kami di sini adalah mendekatkan sistem pelayanan dan akses dari semua jenis intervensi dan model-model yang telah sukses dilakukan di tempat lain,” kata Ray.

Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan prevalensi angka stunting di Sulawesi Utara berada pada angka 21,6 persen, dan Kota Tomohon berada pada angka 18,3 persen. Secara nasional, pemerintah menentukan target prevalensi stunting turun ke angka 14 persen pada tahun 2024. (Antara/ded)

Baca Juga :   Bahaya Konsumsi Minuman Berenergi Dua Kali Sehari





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Dinkes Mukomuko Pastikan Stok Vaksin Anti-Rabies Cukup

Mukomuko, KoranSN Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menjamin stok vaksin anti-rabies (VAR) masih aman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!