Dokter: Usus Buntu Pada Anak Berisiko Lebih Tinggi Dibanding Dewasa





Sheila Tri Meilani (tengah) terbaring setelah melakukan tindakan operasi kedua karena penyakit usus buntu di RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (24/8/2022). (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Praktisi kesehatan yang juga dokter spesialis bedah dr Dion Ade Putra, Sp.BS mengatakan usus buntu yang terjadi pada anak bisa berisiko lebih tinggi jika dibandingkan dengan dewasa karena jaringan lemaknya yang masih pendek.

“Untuk terjadinya perforasi atau usus buntu yang pecah itu lebih tinggi dibandingkan orang dewasa karena jaringan lemak di anak itu masih pendek sehingga sulit untuk melokalisasi infeksinya,” katanya dalam diskusi mengenai penanganan usus buntu yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (21/11/2022).

Baca Juga :   Dokter: Vaksin Cacar Monyet Diberikan Setelah Terpapar

Infeksi akibat usus buntu yang pecah pada jaringan lemak perut yang disebut omentum, katanya, akan menyebar lebih cepat pada area perut karena organnya masih pendek pada anak. Sehingga tingkat keparahannya akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Ia mengatakan secara teori orang yang mengalami usus buntu biasanya akan terasa nyeri di perut kanan bawah. Selain itu, terdapat risiko untuk terjadinya perforasi atau pecah usus buntu sebesar tujuh sampai delapan persen dalam 12 jam ke depan, sehingga harus cepat ditangani oleh dokter. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

220.255 Warga Kota Palembang Lakukan Tes PCR dan Antigen

Palembang, KoranSN Dinas Kesehatan Kota Palembang hingga 1 Desember 2022 mencatat 220.255 masyarakat setempat sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!