DPRD Banyuasin ‘Diobok-obok’ KPK

kpk-geledah-ruang-kabag-perundang-undangan-dan-dokumentasi-dprd-banyuasin-pukul-13-20-wib-edit
GELEDAH- Penyidik KPK mengenakan rompi saat berada di kantor DPRD Banyuasin untuk melakukan penggeledahan terkait kasus OTT Bupati Banyuasin .Foto-Siryanto/KoranSN.

Banyuasin,KoranSN
Selama 4 jam 40 menit penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ‘mengobok-obok’ ruang kerja empat pimpinan DPRD Banyuasin, Rabu (16/11/2016).Ruang Ketua DPRD Banyuasin, H Agus Salam menjadi ruangan pertama yang digeledah KPK, selanjutnya KPK menggeledah ruang kerja Wakil Ketua I, H Askolani SH MH, ruang kerja Wakil Ketua II, Heriyadi SE dan ruang kerja Wakil Ketua III, HM Solih.

Bukan hanya itu, dalam penggeledahan di Banyuasin, selama 5 jam penyidik KPK juga menggeledah Kantor Dinas PU Cipta Karya (PUCK) Banyuasin dan Kantor Dinas PU Bina Marga (PUBM) Banyuasin. Semua penggeledahan tersebut dilakukan KPK terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian.

Pantauan di lapangan, dalam penggeledahan tersebut ada tiga tim penyidik KPK, terdiri dari; masing-masing tim berjumlah lima penyidik secara terpisah melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Banyuasin, Kantor Dinas PUCK Banyuasin serta di Kantor Dinas PUBM Banyuasin.

Untuk penggeledahan di Kantor DPRD Banyuasin, dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Awalnya, penyidik KPK menggeledah ruang Ketua DPRD Banyuasin. Dari ruangan tersebut nampak penyidik KPK keluar ruangan sembari membawa satu buah koper dan satu tas yang isinya, diduga dokumen-dokumen.

Kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB, penyidik KPK menuju ruang kerja Wakil Ketua DPRD Banyuasin yakni, wakil ketua I, Wakil Ketua II, dan Wakil Ketua II yang letaknya bersebelahan satu dengan lainnya.

Bahkan ketika itu, nampak Ketua DPRD Banyuasin usai memimpin paripurna membahas APBD tahun 2017, sekitar pukul 12.00 WIB terlihat masuk ke ruang kerjanya yang sedang digeledah KPK. Tak lama kemudian, tiga wakil ketua pun masuk ke ruang kerja masing-masing. Namun, penyidik KPK tidak tampak membawa satu berkas pun dari ruang para wakil ketua DPRD Banyuasin.

Setelah itu, sekitar pukul 12.30 WIB penyidik KPK terlihat keluar dari ruang kerja Ketua DPRD, lalu masuk ke ruang kerja Kabag Perundang-Undangan dan Dokumentasi DPRD Banyuasin di lantai satu Gedung DPRD Banyuasin. Selanjutnya, pukul 13.45 WIB penyidik KPK tampak naik ke lantai dua Gedung DPRD Banyuasin untuk menggeledah ruang Kasubag Keuangan DPRD Banyuasin.

Dari penggeledahan di ruangan ini, penyidik KPK tidak terlihat membawa dokumen saat keluar ruangan. Namun beberapa menit kemudian, penyidik KPK kembali lagi masuk ke ruang Ketua DPRD hingga keluar pukul 14.40 WIB. Proses penggeledahakan di DPRD Banyuasin ini, disaksikan Kasat Pol PP Pemkab Banyuasin, Anthony Liando dan Plt Kabag Hukum Setwan DPRD Banyuasin, Gatot Hariyoko SH.

Baca Juga :   Kecanduan Sabu, Ibu Tega Jual Anak Kandung

Wakil Ketua II DPRD Banyuasin, Heriyadi SE saat dikonfirmasi terkait penggeldahan di ruang kerjanya mengaku, jika ia tidak tahu apa yang dicari penyidik KPK namun kemungkinan KPK  hendak mencari alat bukti terkait OTT Yan Anton. “Saya tidak ditanya dan tidak ada alat bukti yang dibawa oleh KPK dari ruang saya,” kata Heriyadi.

Menurut Heriyadi, ikut diperiksanya DPRD Banyuasin oleh KPK, kemungkinan ada dugaan hubungannya dalam dugaan kasus tersebut. Karena pihak eksekutif dan legislatif masing-masing memiliki kaitan dalam hal pembuatan kebijakan program kerja bupati.

Senada dikatakanan Wakil Ketua III DPRD Banyuasin, HM Solih. Diungkapkannya, jika saat penggeledahan dirinya sedang rapat paripurna jadi ia tidak tahu apa yang dicari oleh KPK di ruang kerjanya.

“Sekretaris di ruang kerja, saya hanya diberi tahu pihak KPK minta izin mau masuk ruang kerja saya. Namun saya sendiri tidak diperiksa dan tidak ada barang dari ruangan saya yang di bawa KPK. Memang ada laporan dari sekretaris atau notulis, jika di ruangan ada KPK masuk, selebihnya nggak tahu,” ujarnya.

Sementara Kasat Pol PP Banyuasin, Antony Liando seusai penggeledahan di ruang Ketua DPRD Banyuasin mengatakan, dari ruang kerja Ketua DPRD, penyidik KPK menyita berkas dari ruang ketua DPRD Banyuasin.”Berkas itu adalah kumpulan berkas, ada 12 item yang di bawa KPK,” ungkap Kasat Pol PP Banyuasin.Ditambahkan Kabag Persidangan, Aminuddin, jika berkas yang dibawa adalah berkas daftar hadir anggota dewan, lalu ada agenda paripurna dari tahun 2014 hingga 2016.

Ditanya soal kehadiran KPK? Aminuddin mengungkapkan tidak tahu karena KPK datang ke DPRD Banyuasin secara mendadak.”Terus terang tidak tahu, karena kedatangan mereka kan tidak memberi tahu sebelumnya. Bahkan Ketua DPRD biasa- biasa saja ruang kerjanya digeledah KPK. Sedangkan untuk penggeledahan di ruang Kasubag Keuangan juga tidak ada yang disita KPK, sebab KPK hanya bertanya soal hubungan dengan mitra kerja, dalam hal ini SKPD,” tutupnya.

Sementara, untuk penggeledahan di Kantor Dinas PUBM Banyuasin dan Dinas PUCK Banyuasin. Penyidik KPK menggeledah kedua kantor tersebut sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.45 WIB.     Selama proses penggeledahan, pintu masuk di kedua kantor dinas tersebut ditutup penyidik KPK dan dijaga ketat petugas Kepolisian bersenjata lengkap dari Polda Sumsel.

Baca Juga :   Perampok Bidan di Ogan Ilir Diringkus

Usai penggeledahan, penyidik KPK tidak bersedia memberikan keterangan kepada media. Sementara menurut keterangan salah seorang pengawal KPK, kemungkinan besok (hari ini) KPK masih melakukan penggeledahan di Banyuasin. Sebelum meninggalkan lokasi nampak penyidik KPK membawa koper besar serta dua lipat map warna coklat, kemudian dimasukan ke dalam mobil yang dikendarai penyidik KPK. Setelah itu penyidik KPK meninggalkan Kantor DPRD Banyuasin, Kantor Dinas PUCK Banyuasin dan Kantor Dinas PUBM Banyuasin.

Sementara Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yuyuk Andriati saat dikoonfirmasi, membenarkan jika penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Banyuasin, Kantor Dinas PU Cipta Karya Banyuasin dan Kantor Dinas PU Bina Marga Banyuasin.

“Penggeledahan tiga lokasi tersebut merupakan tahapan penyidikan yang dilakukan KPK untuk tersangka Yan Anton Ferdian. Dari penggeledahan tersebut, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen,” tutup Yuyuk.
Di tempat terpisah, Direktur Sabhara Polda Sumsel, Kombes Pol Imron Korry mengungkapkan, jika ada enam personil kepolisian Sabhara Polda Sumsel bersenjata laras panjang mengawal penyidik KPK selama berada di Sumsel.

“Selasa kemarin (15/11/2016), KPK datang ke Polda Sumsel meminta bantuan pengamanan untuk mendampingi penyidik KPK selama berada di Sumsel. Informasinya, KPK akan berada di Sumsel hingga, Jumat mendatang (18/11/2016),” ujarnya.

Dilanjutkan Imron Korry, jika dirinya tidak mengetahui bentuk kegiatan yang dilakukan KPK. Sebab Polda Sumsel hanya bersifat melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap penyidik KPK.

“Kita tidak tahu apakah KPK memeriksa saksi ataukah melakukan penggeledahan. Sebab kita hanya mengawal, kalau teknisnya KPK. Sebab, saat KPK datang meminta bantuan pengamanan, lalu kita siapakan perosnilnya, kemudian berangkat. Jadi kita juga tidak tahu tujuannya mau kemana dan kegiatan apa,” ungkapnya. (sir/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Diresmikan MenPAN-RB, Palembang Miliki Mall Pelayanan Publik

Palembang, KoranSN Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo hadir …