DPRD Palembang Minta Pemkot Bayar Bonus Atlet

Mulyadi-anggota-DPRD Kota Palembang
Wakil Ketua DPRD Palembang, Mulyadi

Palembang, SN
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk membayar bonus para atlet yang berprestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel yang diadakan beberapa waktu yang lalu. Pasalnya beberapa atlet mengeluh serta bertanya bonus yang telah dijanjikan Pemkot kapan akan dibayarkan.

Wakil Ketua DPRD Palembang, Mulyadi mengatakan, pihaknya meminta kepada Pemkot Palembang agar membayar bonus tersebut, karena bonus itu telah dijanjikan dan juga sebagai penyemangat para atlet saat mengikuti Porprov tersebut.

“Kami belum berkomunikasi dengan pihak terkait masalah bonus ini, namun jika bonus itu sudah dijanjikan maka harus dibayar,” tegasnya.

Menurut Mulyadi, sudah sewajarnya para atlet yang berprestasi menanyakan bonus ini, karena memang atlet tersebut telah berusaha sebaik mungkin untuk meraih prestasi serta mempertahankan juara umum di ajang porprov.

“Bonus ini kan bisa dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa juga melalui APBD perubahan, bahkan bila perlu menggunakan dana talangan, jadi tidak ada alasan untuk tidak membayar bonus tersebut,” jelasnya.

Dengan adanya bonus itu, sambung Politisi asal Demokrat ini, maka dapat memberikan motivasi para atlet serta dapat menumbuhkan atlet yang unggul di ajang olahraga yang lebih tinggi dari Porprov.

Baca Juga :   Samik Begal Motor Sadis di Palembang dan Ogan Ilir Tewas Ditembak

“Jika bonus ini tidak diberikan, bisa saja nantinya para atlet hengkang dari Kota Palembang dan membela daerah lain yang menurutnya baik,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palembang, Suparman Roman mengatakan Pemkot Palembang akan membayar bonus atlet yang berprestasi, namun memang agak sedikit terlambat. “Lebih baik terlambat dari pada bonus tersebut tidak dibayar sama sekalli,” katanya.

Saat ini, menurut Suparman, pada bagian anggaran di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Palembang telah terjadi kesalahpengertian, pasalnya pihaknya telah mengajukan usulan dana untuk kontingen Porprov termasuk bonus bagi atlet berprestasi, namun, untuk bonus sendiri ternyata ada keterlambatan.

“Kami sudah mengkomunikasikan keterlambatan ini kepada para atlet, dan bonus ini akan dianggarkan pada APBD Perubahan untuk atlet yang memperoleh medali, baik pelatih dan juga pengurus. Untuk besarannya sendiri, seingat saya jika emas Rp 5 juta,” tandasnya.

Sebelumnya, para atlet yang berprestasi dalam mengikuti ajang Porprov ini menanyakan soal bonus tersebut kapan akan diberikan.

Baca Juga :   Teror Penembakan! Irene Camelyn Segera Diperiksa Polisi

Salah satu atlet Wushu yang meraih medali emas, Nabila mengatakan, pihaknya meminta kepastian kapan bonus tersebut akan diberikan, pasalnya, dirinya bersama atlet yang berprestasi lainnya telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Palembang.

“Sebelum kami dikirim, kami dijanjikan akan bonus jika kami mampu meraih medali, karena itu kami ingin memastikan bonus itu benar-benar diberikan,” katanya.

Dirinya juga mengeluhkan dukungan dari pemerintah, karena selama sepekan mengikuti olahraga porprov tersebut, dirinya bersama atlet lainnya terpaksa harus mengeluarkan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan seperti vitamin, makan dan lain sebagainya menyangkut stamina.

“Ya, kami harus mengeluarkan dana pribadi karena uang saku dari pemerintah belum diberikan, dan akan diberikan setelah perhelatan Porprov ini,” pungkasnya. (wik)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Bidik Tersangka, Siap-siap Kejati Segera Periksa Saksi Dugaan Korupsi Proyek Jalan Pelabuhan Indralaya

Palembang, KoranSN Siap-siap sejumlah saksi akan segera diperiksa Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel, terkait dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.