DPRD Sumsel Dukung Pelurusan Sejarah Pulau Kemaro



Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati dan Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli foto bersama usai menerima Aliansi Masyarakat Peduli Pulau Kemaro (AMPPK), zuriat Kiai Marogan dan zuriat Kapiten Bong Su terkait sengketa Pulau Kemaro di ruang Banggar DPRD Sumsel. (Foto/Ist)

Palembang, KoranSN

Aliansi Masyarakat Peduli Pulau Kemaro (AMPPK) melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati dan Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli di ruang Banggar DPRD Sumsel, Selasa (4/5/2021), terkait rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang akan menjadikan Pulau Kemaro sebagai prioritas pengembangan destinasi wisata.

Turut hadir diantaranya juru bicara AMPPK , Vebri Al Lintani, Sejarawan Sumsel Farida R Wargadalem dan Dedi Irwanto, seniman Sumsel Ali Goik, Ketua AMPS Beni Mulyadi, juru bicara zuriat Kiai Marogan Dedek Chaniago, zuriat Kiai Marogan yaitu Mgs Memed dan Masayu Maria, Hj. Maliha Amin, M.Kes yang merupakan Zuriat Kapiten Bong Su.

Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan AMPPK dan zuriat Kiai Marogan serta zuriat Kapiten Bong Su bertemu pihaknya dan menyampaikan secara legalitas formal yang mereka miliki atas hak Pulau Kemaro.

Baca Juga :   PKS Target Menangi 60 Persen Pilkada 2017

“Dan yang paling mereka inginkan untuk meluruskan sejarah, disana (Pulau Kemaro) yang ada sekarang seolah-olah itu adalah makam dari Putri Cina, seolah-olah dari agama non muslim, sementara disana ada makam dari Kapiten Bongsu yang berjuang untuk Kesultanan Palembang Darussalam, ini yang perlu kita luruskan agar Pulau Kemaro tetap kita lestarikan menjadi tempat budaya tapi sejarahnya tidak kita hapuskan, sejarah ini untuk kita luruskan,” ungkap Anita.

Untuk itu menurut Anita, dirinya akan meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk duduk bersama meluruskan sejarah Pulau Kemaro ini.

Baca Juga :   Buka Penjaringan Cagub & Cawagub, Demokrat Wajibkan Calon Sertakan Hasil Survei

“Kedua mereka menyampaikan tentang sengketa, karena ada keinginan Pemerintah Kota Palembang untuk membangun Pulau Kemaro ini menjadi tempat wisata yang bukan hanya wisata religi seperti saat ini tapi wisata yang lain, inilah zuriat ini merasa keberatan karena mereka tidak dilibatkan akan hal itu dan mereka ingin meminta haknya sebagai pemilik dari Pulau Kemaro,” kata Politisi Partai Golkar ini.  HALAMAN SELANJUTNYA  >>

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

AHY Kecam Tindakan Anarkis Pasukan Bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa

Jakarta, KoranSN Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengecam keras tindakan anarkis pasukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.