dr Reisa: Perhatikan Tujuh Protokol Kesehatan di Angkutan Umum

Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro.(foto-antara)

Jakarta, KoranSN

Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan warga masyarakat yang ingin menggunakan angkutan umum harus memerhatikan tujuh protokol kesehatan.

“Pertama memastikan diri dalam kondisi yang sehat, jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan atau sesak napas tetap di rumah,” kata Reisa di Jakarta, Rabu (1/7).

Kedua, jika betul-betul membutuhkan transportasi umum untuk bepergian, disarankan menggunakan transportasi yang menerapkan jumlah penumpang terbatas.

Selanjutnya, ujar Reisa, calon penumpang wajib selalu menggunakan masker termasuk saat berada di dalam kendaraan. Kemudian termasuk pula rajin mencuci tangan atau minimal menggunakan cairan pembersih tangan.

Baca Juga :   Prabowo Tinggalkan Nasi Padang Bawaannya ke Keluarga Eggi Sudjana

Poin kelima, kata dia, para penumpang angkutan umum diimbau tidak menyentuh area wajah terutama mata, hidung dan mulut saat tangan dalam keadaan kotor.

“Keenam tetap perhatikan jaga jarak fisik minimal satu meter dengan orang lain,” ujarnya.

Terakhir, apabila kendaraan umum yang akan dinaiki tersebut padat penumpang dan sulit untuk menjaga jarak fisik maka penggunaan pelindung wajah dan masker sangat direkomendasikan.

Ia mengatakan panduan protokol kesehatan tersebut dirumuskan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan untuk melindungi mobilitas masyarakat.

Pemerintah menyadari mobilitas merupakan bagian dari produktivitas masyarakat dan transportasi umum adalah sarana yang dipromosikan oleh banyak negara karena ramah lingkungan, efisien termasuk upaya mengurangi polusi udara.

Baca Juga :   Tiga Sikap KPK Soal Penanganan Kasus Djoko Candra dan Jaksa Pinangki

Namun, dalam kondisi saat ini semua pihak diminta memastikan keamanan dalam menggunakan transportasi umum dengan cara mematuhi protokol kesehatan.

“Disiplin adalah kunci dari berhasilnya adaptasi ini, dan keberhasilan adaptasi kebiasaan baru menentukan berhasilnya kita tetap produktif dan aman dari COVID-19,” ujar dia. (antara/awj)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Masyarakat Diminta Cari Informasi Tentang Vaksin yang Benar

Jakarta, koranSN Sembari menunggu kedatangan vaksin, dr. Dirga Sakti Rambe, Vaksinolog meminta kepada masyarakat agar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.