Drainase Pasar Pendopo Memprihatinkan, Pedagang Merugi

BERSIHKAN - Tampak para Pedagang sedang membersihkan kiosnya di Pasar Baru Pendopo.

PALI, SN

Hujan deras yang mengguyur Talang Ubi, ibukota kabupaten PALI, Minggu (7/5) bukan sekedar mengurangi jumlah pembeli yang berkunjung ke Pasar Inpres Pendopo. Lebih dari itu, hujan deras juga mendatangkan bencana lain bagi puluhan pedagang disitu. Buruknya talang air yang menampung air hujan, menyebabkan talang air jebol dan membasahi dagangan. Akibatnya, dagangan warga menjadi basah.

Seperti dialami Dea (25), pedagang pakaian wanita. Ia terpaksa membawa pulang barang dagangannya yang ‘rusak’ akibat terkena air hujan.

“Kalau yang luntur terpaksa dipakai sendiri kak. Tapi kalau yang lainnya terpaksa diobral. Kalau tidak begitu mana orang mau beli,” ujar Dea yang mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah.

Selain talang air yang buruk, pasar inpres Pendopo juga memiliki drainase atau saluran air yang tak kalah buruknya. Akibatnya, puluhan pedagang juga direpotkan akibat meluapnya air sehingga menggenangi kios tempat warga jualan.

Baca Juga :   TMMD 101: Kodim 0402 OKI-OI Bangun Fisik & Mental Warga Pelosok

“Kalau sebelah sana bocor, kalau kami kebanjiran kak. Disebelah sini kan tidak ada parit. Makonyo tergenang cak ini,” ujar Vitha, salah satu pedagang sambil membersihkan air dari tokonya.

Vitha berharap pemerintah dapat memperbaiki tempat mereka mencari nafkah tersebut. “Jalan kan sudah dibagusi, sekarang giliran kami pedagang yang dibagusi,” tambah Vitha.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten PALI Drs Kusmayadi, membenarkan buruknya talang air yang terdapat di Pasar Inpres Pendopo.

“Kemarin waktu Pak Bupati sidak kesana sudah kita lihat. Memang sudah buruk. Tapi Pak Bupati sudah minta pedagang untuk sementara gotong royong memperbaiki,” kata Kusmayadi via telepon.

Baca Juga :   Bupati Kholid Berikan Penyuluhan di Puskesmas

Sebab, lanjutnya, perbaikan Pasar Inpres Pendopo tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Parahnya kondisi pasar sehingga membutuhkan perbaikan secara komfrehensif dan menyeluruh dan membutuhkan biaya yang besar.

“Perbaikannya kalau bisa dapat menyelesaikan berbagai persoalan seperti relokasi pedagang kaki lima dan sebagainya. Makanya harus menyeluruh. Untuk sementara, mana yang bisa dikerjakan pedagang kerjakanlah secara gotong royong,” jelas pria yang akrab disapa Jum ini. (ans)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Puluhan Warga Tebing Tinggi Terjaring Operasi Yustisi

Empat Lawang, KoranSN Sejak diberlakukannya Peraturan Gubernur Sumsel nomor 37 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.