Driver Taksi Online Keberatan Uji Kir dan Buat SIM A Khusus

Tampak driver taksi online dan ojek online saat mengelar aksi damai, beberapa waktu lalu. (foto-dok/ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Adanya kebijakan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor serta Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus, membuat driver taksi online di Palembang keberatan melakukan uji Kir dan membuat SIM A Khusus.

Ketua Asosiasi Driver Online (ADO), Yoyon Suprianto mengatakan, para driver taksi online mempertanyakan permasalahan yang menjadi kegelisahan selama ini, diantaranya; kuota bagi para driver online, mencegah monopoli kuota oleh pihak-pihak tertentu, peningkatan SIM A ke SIM A Khusus serta uji kir, yang semuanya dirasa pihaknya memberatkan bagi driver taksi online. Dari itulah pihaknya meminta masa transisi selama tiga bulan kedepan sebelum Permenhub dan Pergub diterapkan.

“Secara keseluruhan kita tidak keberatan dan sangat mendukung mengenai Permenhub ini, lantaran memberikan rasa aman dan nyaman. Hanya saja, kita keberatan dengan Pergub mengenai uji Kir dan peningkatan SIM,” ungkapnya dalam pertemuan para driver online bersama Dishub Kota Palembang serta pihak kepolisian dari Sat Lantas di Aula Dishub Provinsi, Jalan A Rivai Palembang, Selasa (30/1/2018).

Menurutnya, sesuai kuota yang telah ditentukan untuk wilayah satu sebanyak 1000 orang. Namun itu harus terlebih dahulu tergabung dalam badan hukum yakni koperasi. Kemudian sesuai intruksi dari Kadishub Provinsi Sumsel, kuota tersebut harus dipenuhi dulu agar para driver bisa mengajukan penambahan kuota tersebut.

Baca Juga :   Kaki Ditembus Timah Panas, Pemuda di 7 Ulu Diseret Pakai Kursi Roda

“Saat ini kesulitan kami adalah mengurus SK perizinan yang diterbitkan dari Kementerian Koperasi, itupun harus menunggu waktu enam bulan dan paling cepat tiga bulan. Dikarenakan untuk mendaftar di badan penanaman modal harus lewat koperasi, barulah dari sana kita mendapatkan kuota tersebut,” jelasnya.

Sementara Plt Kadishub Povinsi Sumsel, Nelson menuturkan, sesuai ketentuan dari Permenhub, kouta untuk taksi online sebanyak 1.700 dibagi menjadi lima wilayah. Dimana untuk wilayah satu, yakni; Palembang, Banyuasin dan Ogan Ilir dengan jumlah 1000 driver.

“Penetapan kuota tersebut berdasarkan tiga metode angkutan penumpang. Namun sekarang baru 10 driver yang terdaftar ke kita karena telah memiliki syarat yang ditentukan,” ujarnya.

Sementara, Kanit Regiden Sat Lantas Polresta Palembang, Iptu Ricky Mozam menanggapi langsung permasalah para driver online mengenai SIM A yang mesti ditingkatkan ke SIM A Khusus.

Menurutnya Ricky, selama ini para driver menggunakan SIM A namun dengan adanya Permenhub dan Pergub terdapat peraturan baru sehingga para dariver taksi online harus meningkatkan SIM.

“Jadi tidak ada yang namanya polisi cari uang, karena sudah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016, kita hanya melakukan sesuai aturan. Harganya pun jelas, tidak ada permainan seperti yang beredar informasi jika harganya mencapai Rp 1,2 juta, itu tidak benar. Padahal sebenarnya harganya hanya Rp 120 ribu, ditambah Rp 50 ribu untuk simulatornya,” ujarnya.

Baca Juga :   Dihipnotis, 12 Suku Emas Palsu Dibarter 5 Suku Emas Asli

Sedangkan Kepala UPTD Kir Dishub Kota Palembang, Niharmanzah menuturkan, Pergub tersebut merupakan bentuk kepatuhan karena setiap taksi online mesti mengantongi ijin, sebab sudah menyangkut angkutan umum.

“Sesuai Perda, uji Kir sudah dibatasi berkala dan berlaku setiap enam bulan sekali dengan menunjukan STNK, buku Kir lama, izin trayek. Dimana taksi online akan disamakan dengan mobil umum mengenai biaya tarif. Kita melakukan pengujian masalah, apakah layak beroperasi atau tidak,” katanya.

Ia menambahakan, menanggapi diskusi ini pihak driver online masih keberatan terhadap dua poin dan mengharapkan adanya penangguhan waktu mendaftar dan penambahan kuota.

“Untuk masalah Kir dan SIM A Khusus kami anggap jelas. Namun kuota driver online yang terdaftar di Palembang ada 3000 sedangkan kuota hanya tersedia 1000. Kami berharap tidak ada monopoli dari pihak ketiga,” tandasnya. (rgn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Tandatangani NPHD dan Tak Lakukan Pengawasan Dana Hibah KONI, K-MAKI: Mantan Kadispora Sumsel Mesti Diproses Hukum!

Palembang, KoranSN Ir Feri Kurniawan Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumsel, Kamis (25/7/2024) …

error: Content is protected !!