Driver Taksi Online Minta Jangan Dibunuh, Perampok: “Kami Minta Harta Kamu!”



Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menginterogasi keempat tersangka. (Foto-foto-Dedy/Koransn)

Palembang KoranSN

Driver taksi online, Hendi Gunawan, yang menjadi korban perampokan di Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, sempat meminta kepada para perampok untuk tidak dibunuh. Hal tersebut diungkapkan tersangka, David Irwansyah (18) yang merupakan otak perampokan korban, saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Jumat (3/11/2017).

Dalam gelar tersangka dan barang bukti tersebut, keempat tersangka perampokan semuanya dihadirkan, mereka yakni; tersangka David Irwansyah, warga Jalan Simpang Musi 2 Kertapati, Untung Johan (31) warga Jalan Macan Lindungan Bukit Baru Palembang, Fengki alias Henderi (18) warga Kertapati dan tersangka ‘ID’ (17) okum pelajar, yang tercatat sebagai warga Jalan Faqih Usman, Kertapati.

Dikatakan tersangka David Irwansyah, sebelum merampok korban, awalnya dirinya mengumpulkan para tersangka lainnya di rumahnya. Pertemuan itu dilakukannya untuk mematangkan rencana perampokan kepada driver taksi online.

Baca Juga :   Timsus Terus Buru Pelaku Begal di Sumsel

“Memang perampokan itu ide saya. Sebab saya sedang butuh uang Rp 3 juta untuk bayar hutang sepeda motor. Setelah Untung Johan, Fengki alias Henderi dan ‘ID’ (17) saya kumpulkan, kami langsung mematangkan rencana perampokan hingga akhirnya saat memesan taksi online, korban yang datang. Dalam aksi perampokan ini, korban sempat meminta jangan dibunuh, lalu saya katakan, kami hanya meminta harta kamu,” katanya.

Diungkapkannya, aksi perampokan tersebut mulai dilakukan saat ia dan tiga tersangka lainnya berada di dalam mobil korban untuk minta diantarkan ke kawasan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

“Disaat mobil yang dikendarai korban melintasi kawasan Pemulutan, ketika itulah kami langsung bergerak merampok korban. Dimana saat itu, rekan saya Untung Johan duduk di dekat korban yakni di jok dapan. Sedangkan saya, Fengki alias Henderi dan ‘ID’ duduk di tengah. Dalam melancarkan aksi, korban saya tarik ke kursi tengah sementara kemudi mobil langsung di ambil Untung Johan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Syarif: Tak Pernah Terjadi Tersangka Dihadirkan Saat Jumpa Pers KPK

Diceritakannya, disaat korban ditarik ke jok tengah mobil, saat itulah rekannya ‘ID’ (oknum pelajar) menempelkan pisau ke perut korban. Lalu dirinya dan tersangka Fengki alias Henderi mengikat tangan dan kaki korban, setelah itu tersangka melakban mata dan mulut korban.

“Kemudian korban kami buang di jurang yang ada di kawasan Pemulutan, persisnya di dekat sungai yang ada di pinggiran jalan. Setelah itu, mobil korban kami bawa ke Muara Enim lalu dijualkan seharga Rp 25 juta kepada teman saya bernama Rian,” ungkapnya.

Dari penjualan mobil korban tersebut, lanjut tersangka David Irwansyah, uangnya dibagikannya kepada tiga tersangka lainnya.

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Propam Minta Kapolres Maksimalkan Pengawasan Anggota

Semarang, KoranSN Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol.Ferdy Sambo meminta para kapolres memaksimalkan pengawasan terhadap …