Dua Armada PT MHP Tutup Jalan Jerambah Besi

Tampak dua armada yang melintang di jalan saat dicoba dilerai petugas Dishub. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Akibat tidak adanya penunjuk arah yang dipasang pihak PT Musi Hutan Persada (MHP) di jalan lintas Simpang Raja-Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI menyebabkan dua armada pengangkut kayu milik perusahaan tersebut tersesat dan memasuki pemukiman Desa Jerambah Besi.

Alhasil, ketika hendak memutar haluan, dua angkutan yang penuh dengan muatan kayu yang dibawa oleh mobil jenis trailer melintang di tengah jalan menutup jalan poros desa jerambah besi.

Akibatnya, lalu lintas menjadi lumpuh dan ratusan pengendara terpaksa memutar arah. Yang parahnya lagi, dua angkutan tersebut tidak memiliki safety yakni tidak menutup muatan kayu yang sangat membahayakan pengendara yang lain.
Tak hanya pengguna jalan yang terganggu, petani karet di desa Persiapan Jerambah Besi juga mengalami kerugian tidak sedikit. Sebab akibat mobil pengangkut kayu yang melintang, pembeli getah dari arah Pendopo tidak bisa masuk untuk membeli getah petani.

“Hari ini, (Selasa, red) adalah pasaran getah, tapi toke (pembeli) sebagian tidak bisa masuk karena jalan kami tidak bisa dilalui kendaraan akibat ada mobil kayu yang melintang. Tentunya kerugian kami sangat besar, sebab harga getah kali ini jauh anjloknya. Dimana minggu lalu harganya Rp 7.300/kg, tapi akibat toke getah sedikit, jadinya dimanfaatkan pembeli getah untuk menurunkan harga hingga Rp 6.500/kg,” ungkap Somad, salah satu warga setempat, Selasa (21/11/2017).

Baca Juga :   Satpol PP PALI Razia Hewan Berkaki Empat

Atas dasar itu, Somad dan sejumlah warga lainnya meminta pihak perusahaan bertanggungjawab.

“Selain harga getah anjlok, jalan yang dibangun Pemkab PALI juga rusak. Kami minta perusahaan harus bertanggungjawab, dan apabila nanti tidak ada pertanggungjawaban, maka kami akan tahan armada ini,” tandasnya.

Sementara itu, Slamet Suhartopo, Kabid Prasarana Keselamatan Dishub Kabupaten PALI yang berada di lokasi kejadian menerangkan bahwa kejadian itu murni kesalahan perusahaan.

“Kita akan segera panggil perusahaan dan menekankan agar memasang rambu-rambu disepanjang jalur yang dilalui mobilisasi angkutan kayu,” ucapnya.

Mengetahui hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PALI, Irwan ST geram. Ketua DPD Golkar ini menegaskan bahwa pihak perusahaan kalau masih ingin menggunakan jalan Kabupaten, maka perusahaan bersangkutan harus memperbaiki dan merawat jalan tersebut.

Baca Juga :   Water Dam Raja Jaya Destinasi Wisata Air Baru di PALI

“Tak hanya itu, akibat tersesatnya dua armada itu karena tidak ada petunjuk jalan di jalur tersebut. Oleh sebab itu, PT MHP harus segera memasang rambu-rambu,dan kalau masih ingin memakai jalan Pemkab maka perusahaan harus memperbaiki jalan yang rusak akibat sering di lalui armadanya,” tegasnya.

Terpisah, Parman, perwakilan PT MHP mengakui bahwa dua armada milik perusahaannya tersesat.

“Supirnya baru semua,dan mungkin tidak bisa melihat rambu di persimpangan. Atasi masalah ini, kita akan segera turunkan alat untuk mengevakuasi dua armada kita,” katanya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Herman Deru: Saatnya Kita Berbuat Nyata Untuk Kelestarian Alam

OKUT, KoranSN Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru mengatakan, momentum peringatan Hari Lingkungan …