Dua Dusun di Empat Lawang Dihantam Puting Beliung

Tampak pepohonan dan tiang listrik roboh akibat terjangan angin puting beliung. (foto/Fahlevi)
Tampak pepohonan dan tiang listrik roboh akibat terjangan angin puting beliung. (foto/Fahlevi)

Empat Lawang, KoranSN

Bencana angin puting beliung melanda Desa Tanjung Kupang Baru Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Minggu (24/1) sore sekitar jam 17.30 WIB. Akibatnya, di dua dusun, yakni Dusun Talang Jambu dan Dusun Sungai Jernih, setidaknya 2 rumah rusak parah dan 4 lainnya rusak ringan, sementara 1  orang mengalami luka-luka dan tidak ada laporan korban meninggal.

Tidak hanya itu, akibat kejadian tersebut jaringan listrik di desa itu putus total karena tertimpa pohon di 5 titik berbeda dan diantaranya mematahkan 2 batang tiang listrik. Hingga Senin (25/1/2016) pukul 16.00 WIB, listrik di desa tersebut belum teraliri karena masih dalam perbaikan pihak PLN.

Informasi yang dihimpun di lokasi, menyebutkan datangnya angin puting beliung yang juga memporak porandakan puluhan pohon durian dan perkebunan di dua dusun itu disertai hujan yang cukup lebat juga disertai petir menggelegar.

Menurut Sulaiman (44) salah seorang warga yang rumahnya mengalami rusak berat di Dusun Talang Jambu menuturkan sesaat sebelum kejadian, hujan deras disertai petir melanda kawasan desa tersebut. Saat itu, dia baru saja usai mandi sehabis bekerja di sawah miliknya.

“Kejadiannya begitu cepat, tiba-tiba saja udara seketika menjadi dingin seperti batu es dan seketika itu angin bergemuruh berputar-putar menerjang rumah saya hingga atap dan sebagian dinding terangkat dan terbang,” ujarnya.

Baca Juga :   Dua Titik Jalan Negara di Empat Lawang Rusak Parah

Dikatakannya, saat kejadian dia hanya bersama isterinya dan anaknya yang masih berumur 10 tahun. Sempat terjadi kepanikan dia bersama isterinya.

“Punggung saya dan isteri saya sempat tertimpa bata dari dinding yang jebol dihantam angin, syukurnya tidak sampai membuat cedera parah,” ungkapnya.

Sementara Hadisa (35) isteri dari Sulaiman mengaku sangat trauma dengan adanya kejadian ini.

“Bahkan ketika suami saya tadi mengumpulkan atap seng yang berterbangan, saya menjadi ketakutan. Semalam-malaman sejak kejadian sore kemarin saya tidak berani tidur, takut ada angin susulan. Semua pakaian basah dan peralatan memasak rusak,” ujarnya.

Terpisah, Hasna Dewi (40) warga Dusun Sungai Jernih yang merupakan korban luka-luka karena rumah miliknya tertimpa pohon besar menuturkan, saat kejadian dia sedang berada di dalam rumah. Saat itu hujan petir disertai angin kecang melanda kawasan Dusun Sungai Jernih dan sekitarnya. Tiba-tiba saja dia mendengar ada suara bergemuruh yang menghantam rumahnya.

“Luka di tangan, lengan, bahu hingga goresan diwajah saya ini tidak tau kena apa. Yang saya ingat tiba-tiba ada yang menyebat badan saya dan setelah itu saya tidak ingat apa-apa, karena pingsan,” jelasnya.

Baca Juga :   Syahril : Bantu Saya Membangun Empat Lawang

Kepala Desa (Kades) Tanjung kupang Baru, Kurini melalui Kepala Dusun 3 Sungai Jernih, Heriyanto menyampaikan jika saat ini dia telah mendata warganya yang mengalami musibah angin puting beliung. Dari total enam unit rumah yang tertimpa bencana angin puting beliung di Desa Tanjungkupang Baru, lima diantaranya adalah warga Dusun Sungai Jernih.

“Rinciannya, satu rumah rusak berat karena tertimpa pohon, empat lainnya rusak ringan. Jika di Dusun Talang Jambu ada satu rusak berat, berarti totalnya, enam rumah,” terangnya.

Terpisah, Camat Tebing Tinggi Suryadi Husin saat dikonfirmasi membenarkan bahwa memang ada angin kencang yang melanda Desa Tanjung Kupangbaru.

“Saya sudah mendapat laporan dari Kades, laporan itu akan saya teruskan kepada Pemkab Empat Lawang,” pungkasnya. (foy)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Puluhan Warga Tebing Tinggi Terjaring Operasi Yustisi

Empat Lawang, KoranSN Sejak diberlakukannya Peraturan Gubernur Sumsel nomor 37 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.