Dua Kali Ledakan Bom Terjadi di Gelora Jakabaring, Banyak Korban Berjatuhan



Sebuah ledakan bom warnai simulasi penanggulangan teroris yang dilakukan BNPT bekerjasama dengan Polda Sumsel di Jakabaring, Rabu (1/11/2017). (foto-ferdinand/koran sn/suara nusantara)

Palembang, KoranSN

Para pengunjung Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang yang sedang mengantri untuk membeli tiket, Rabu (1/11/2017) dikejutkan dengan terjadinya dua ledakan bom di sekitar mereka. Akibatnya, banyak korban berjatuhan dan terluka.

Setelah meledakkan bom pertama, dua tersangka teroris menyebarkan asap beracun di sekitaran wilayah jatuhnya korban. Namun, aksi mereka diketahui pihak kepolisian, hingga polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Tak pelak, aksi kebut-kebutan tak terhindarkan dan pelaku akhirnya berhenti di depan rumah warga dengan menyandra satu orang warga. Aparat kepolisian dibantu dengan Satuan Gegana kemudian melakukan aksi penyergapan untuk menyelamatkan sandra dan menangkap pelaku teroris. Bahkan polisi juga dibantu oleh Tim Pemadam Kebakaran dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, langsung mengevakuasi para korban yang terluka.

Dengan bersusah payah dan negosiasi, akhirnya aparat kepolisian menyergap rumah tersebut dan mengamankan kedua pelaku serta menyelamatkan sandra. Namun, para pelaku ini sudah menyiapkan bahan peledak di dalam rumah tersebut. Beruntung, saat terjadinya ledakan hingga mengakibatkan rumah tersebut hancur, aparat kepolisian sudah menetralkan tempat lokasi kejadian.

Diketahui teror bom dan aksi teroris tersebut merupakan latihan simulasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada saat perhelatan akbar Asian Games 2018 mendatang.

Baca Juga :   Penyuluhan Hukum Serentak KUHP di Enam Titik Wilayah Sumatera Selatan

“Ini merupakan latihan, dimana dalam event skala nasional bahkan Internasional harus mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi, termasuk ancaman-ancaman terorisme dan sebagainya. Kemudian, ini kita latihkan agar segala instansi bisa tahu tugas dan wewenangnya masing-masing. Sebab, dalam simulasi ini semuanya harus dikuasai,” ungkap Kepala BNPT, Suhardi Alius didampingi Gubernur Sumsel, Kapolda Sumsel, serta Kesdam Sriwijaya usai simulasi.

Menurutnya, pihaknya menjadikan sasaran pengamanan yang paling diutamakan yakni; orang, tempat dan barang. Selanjutnya simulasi ini akan dilatihkan kembali kemungkinan pada awal tahun 2018 mendatang, lantaran potensi bahaya masih ada. Namun, pihaknya berupaya mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejari Palembang Kembali Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Pakaian Batik di Dinas PMD Provinsi Sumsel Tahun 2021

Palembang, KoranSN Tim Jaksa Penyidik Pidsus Kejari Palembang, Jumat (1/3/2024) kembali menetapkan satu tersangka dalam …

error: Content is protected !!