Tes Pemkot Palembang, Dua Pejabat Dapat Nilai Buruk

gedung pemkot palembangPalembang, koranSN

Dalam tes terbatas yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mengisi 12 jabatan strategis di ruang lingkup Pemkot Palembang, dua pejabat yang ikut tes terbatas tersebut dapat nilai buruk dari total 14 pejabat yang ikut serta. Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman saat ditemui, Kamis (19/5/2016).

“Ya, hanya dua yang nilainya jelek dibawah 60, sedangkan yang lainnya bagus semua,” katanya,

Dirinya mengakui bahwa hasil assessment telah dikeluarkan namun belum dapat diumumkan, karena kewenangan dari Walikota Palembang. Tapi, seluruh proses assessment semua telah dilakukan. Dirinya menerangkan, untuk komponen penilaiannya sendiri ada tiga komponen yakni, pertama assessment di Jakarta, kedua portofolio dan ketiga yakni wawancara yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga :   PSI Yakin lolos Verifikasi Kemenkumham dan KPU

“Dalam portofolio ini sendiri jenjang pendidikan menjadi penilaian, misalnya pejabat tersebut S III maka rankingnya tinggi, kalau S II turun sedangkan S I pastinya kecil nilainya. Sedangkan untuk bobot penilaiannya sendiri, 20 untuk tes pertama, 40 tes kedua, dan 40 untuk tes ketiga,” terangnya.

Dirinya menambahkan, untuk hasilnya nanti akan diserahkan ke Walikota agar walikota memilih yang terbaik dan membuat Surat keputusan (SK) nya. Untuk batas waktu sendiri, menurut Mukti, itu urusan Wlaikota tapi dirinya berharap agar secepat mungkin karena jabatan yang diteskan saat ini mengalami kekosongan.

“Memang kekosongan jabatan tersebut tidak mempengaruhi pemkot karena ada Pelaksana harian (Plh) nya, tapi kalau untuk urusan anggaran itu tidak ada kewenangannya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel, Muzakir menambahkan, nantinya hasil ini akan diserahkan kepada walikota karena yang punya kewenangan yakni Walikota Palembang.

Baca Juga :   Karangan Bunga untuk Romi Herton Bertebaran

Dari hasil keseluruhan tes sendiri, sambung Muzakir, pihak Pansel akan melaporkan ke KASN bahwa hasil tes keseluruhan telah didapat, sehingga KASN akan menindaklanjutinya dengan memerintahkan Walikota Palembang untuk melaksanakan hasil ini.

“Nah dari hasil itu walikota yang menindak lanjutinya dan ini sudah tergambar dari hasil tes assessment keseluruhan,” tandasnya. (wik)

Iklan Polres Lahat

Publisher : awik obsesi

Avatar

Lihat Juga

Covid-19 Telah Menyebar di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel

Palembang, KoranSN Kabupaten PALI merupakan kabupaten terakhir di Sumsel yang terjadi kasus postif Covid-19. Dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.