Dua Perusahaan Presentasi Amdal

Rapat penilaian Amdal PT PSM dan PT A3 sedang berlangsung di ruang rapat kantor DLHP Kabupaten Muratara. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Muratara menggelar rapat penilaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dengan PT Pendekar Sakti Mulia (PSM) dan PT Anugerah Agung Adiyaksa (A3) yang bergerak di bidang Marmer. Acara berlangsung di ruang rapat kantor DLHP Kabupaten Muratara, Kamis (21/2/2019).

Direktur Utama (Dirut) PT A3 Angga didampingi Dirut PT PSM, mengatakan pihaknya mempresentasikan Amdal atau verifikasi dokumen-dokumen Amdal perusahaannya.

“Salah satu syarat untuk melakukan kegiatan ini adalah Amdalnya. Amdalnya harus kita lengkapi. Sejauh ini kita sudah melakukan persentasi sebanyak dua kali dan akan mau final, mudah mudahan terkait dengan masalah lingkungan ini kita bisa penuhi semuanya dan kegiatan kita bisa berjalan. Jadi aspek lingkungannya kita penuhi semua,” kata Angga.

Baca Juga :   Kadinkes Sumsel: Banyuasin Agresif, Penanganan Covid Sangat Baik

Menurut Angga, proses penilaian Amdal saat ini diperkirakan sudah sekitar 70 persen. “Kira-kira sudah 70 persenlah,” jelasnya.

Di sisi lain, Angga menjelaskan terkait penerimaan tenaga kerja untuk PT A3 dan PT PSM belum bisa dipastikan sekarang, namun pada saat perusahaan produksi nanti akan dipetakan kembali. Pihaknya akan memberdayakan tenaga kerja lokal.

“Nanti akan kita susun timnya dulu, secara teknikalnya bagaimana, pembagian skillnya bagaimana, yang jelas akan kita susun dulu timnya,” ujarnya.

Mengenai target operasi perusahaannya, Angga mengaku perusahaan akan beroperasi setelah dokumen-dokumennya selesai. “Karena birokrasi dokumentasinya kita punya plan juga kadang bisa berubah-ubah, tapi kita perkirakan satu sampai dua tahun kedepan perusahaan bisa beroperasi,” katanya.

Baca Juga :   Dishub Seleksi Kendaraan Umum Teladan

Sedangkan untuk lama operasi PT PSM lanjut Angga, kalau dari umur tambang sekitar 14 tahun, sesuai dengan target produksi tapi tergantung kondisi ekonomi bisa saja berubah-ubah.

“Kalau produksinya bagus ekonominya kita tingkatkan, tapi kalau ekonominya lagi jelek dan permintaannya turun ya kita sesuaikan produksi kita,” ungkapnya.

Sementara itu, rapat penilaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DLHP Kabupaten Muratara, Alwi Roham. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Herman Deru Disambut Ribuan Muslimat NU

OKUT, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru menghadiri pengajian akbar Muslimat NU di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.