Dua Tahun AJ Pasok Sabu dari Malaysia ke Palembang





Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan, menunjukkan narkotika yang berhasil disita oleh BNNP Kepri
Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan, menunjukkan narkotika yang berhasil disita oleh BNNP Kepri. foto net

Palembang,KoranSN
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Pol Drs Benny Setyan melalui Kabid Pemberantasan AKBP Bubung Pramiadi, Minggu malam (28/8/2016) mengatakan, tersangka ‘AJ’ warga PALI yang telah ditangkap pihaknya diketahui sudah selama dua tahun menjadi pemasok narkoba jenis sabu dari Malaysia untuk diedarkan di Kota Palembang.

Menurutnya, hal itu diketahui hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan BNNP Kepri terhadap tersangka ‘AJ’.
“Jadi tersangka ‘AJ’ ini memesan sabu dari Malaysia dengan memerintahkan kurirnya yang ada di Batam. Kemudian sabu itu dibawa ke Palembang yang selanjutnya diedarkan ‘AJ’ di kawasan Palembang. Bahkan dari hasil pemeriksaan, tersangka ‘AJ’ mengakui jika tersangka ini sudah dua tahun memasok narkoba untuk diedarkan di Palembang dimana sabu-sabu tersebut diperoleh tersangka dari Negara Malaysia,” katanya saat dihubungi Suara Nusantara.

Diungkapkannya, saat penangkapan memang BNNP mengamankan tiga warga PALI mereka yakni, pasangan suami istri ‘AJ’ dan ‘YS’, serta satu orang lagi merupakan kakak dari ‘AJ’. Namun setelah dilakukan pemeriksaan hanya ‘AJ’ saja yang ditetapkan sebagai tersangka dan kini ‘AJ’ ditahan di BNNP Kepri untuk menjalani peroses hukum.

“Sedangkan untuk isteri ‘AJ’ yakni ‘YS’ dan satu orang yang merupakan kakaknya, setelah kita periksa keduanya tidak terlibat dan kini keduanya telah kita bebaskan,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakannya, saat BNNP Kepri mendatangi kediaman ‘AJ’ di PALI, ketika itu petugas BNNP Kepri tak menemukan barang bukti sabu di sana. Namun saat itu pihaknya hanya mengamankan tiga unit mobil milik ‘AJ’ yang ada di rumah ‘AJ’.

“Jadi barang bukti sabu di rumah ‘AJ’ tidak kita dapatkan. Barang bukti 4,2 Kg atau ±4200 gram sabu hanya kita amankan dari tersangka yang merupakan anak buah ‘AJ’, yang sebelumnya telah kita amankan di Batam Kepri,” jelasnya.

Diceritakannya, terungkapnya kasus ini berawal saat  petugas BNNP Kepri melakukan penangkapan terhadap satu orang laki-laki berinsial ‘R’ (51), Kamis tanggal 28 Juli 2016 pukul 08.00 WIB di pinggir jalan depan Mesjid Baitur Rahman Sekupang Kota Batam. Tersangka tersebut ditangkap karena diduga melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap sabu seberat 4,2 Kg atau ±4200.

Baca Juga :   JPU Tolak Pembelaan Terdakwa Ahmat Thoha di Sidang Dugaan Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang

Kemudian pada pukul 12.00 WIB di salahsatu kamar hotel di Kota Batam Provinsi Kepri, petugas BNNP Kepri melakukan pengembangan dan kembali melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki berinisial ‘D’ (24) dan ‘M’ (19) yang rencananya akan mengambil sabu seberat 4,2 Kg atau ±4200 dari ‘R’ (yang lebih dulu telah diamankan).

Masih diutarakannya, setelah itu petugas melakukan pengembangan lagi dan sekitar pukul 13.00 WIB, BNNP Kepri kembali lagi menangkap satu orang laki-laki berinisial ‘A’ (21) di dalam kamar kosan di depan Newton Nagoya, Kota Batam Kepri.

“Setelah para tersangka ini diamankan kemudian kita melakukan pemeriksaan. Berdasarkan keterangan dari ‘R’ bahwa sabu tersebut diperolehnya dari nelayan, setelah ia mendapatkan perintah dari orang Malaysia yang berinisial ‘N’ (DPO) dan ‘H’ (DPO) untuk mengambil sabu tersebut dengan upah sebesar RM 5.000 (Lima Ribu Ringgit Malaysia). Nah sedangkan keterangan dari tersangka ‘D’ dan ‘M’ (yang ditangkap dari hasil pengembangan tersangka ‘R’) keduanya memberikan keterangan, bahwa mereka mendapatkan perintah dari pasangan suami istri ‘AJ’ dan ‘YS’ (warga PALI) untuk mengambil sabu tersebut dari tersangka ‘R’, yang selanjutnya sabu tersebut akan dibawa ke Palembang untuk diedarkan,” paparnya.

Lanjutnya, dari keterangan ‘D’ dan ‘M’ tersebutlah kemudian petugas BNNP Keperi langsung melakukan pengejaran terhadap ‘AJ’ dan ‘YS’ ke Palembang, tetapi ternyata ‘AJ’ mencium kedatangan petugas BNNP Kepri hingga ‘AJ’ ketika itu melarikan diri. Namun setelah melalui penyelidikan yang panjang akhirnya BNNP Kepri mendapatkan informasi keberadaan isteri ‘AJ’ yakni ‘YS’ sedang berada di Bagan Siapiapi Provinsi Riau.

“Mendapati informasi tersebut kita langsung bergerak melakukan pengejaran, hingga pada hari Jum’at 19 Agustus 2016 pukul 12.00 WIB, petugas berhasil menangkap ‘YS’ di sebuah rumah di Gang Bersaudara Jalan Pahlawan, Bagan Hulu Bagan Siapiapi Provinsi Riau,” jelasnya.

Baca Juga :   Pandemi, Pelni Perlu Berdayakan Tol laut Penuhi Kebutuhan Logistik

Lebih jauh dikatakannya, setelah ‘YS’ diamankan dan dilakukan introgasi akhirnya ‘YS’ memberikan keterangan bahwa suaminya ‘AJ’ tidak berada bersamanya di Riau melainkan berada di PALI Sumsel. Dari itulah setelah mendapatkan informasi tersebut BNNP Kepri segera menuju ke PALI melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan ‘AJ’ hingga akhirnya, Rabu 24 Agustus 2016 petugas BNNP Kepri melakukan penyergapan dan menangkap tersangka ‘AJ’ yang saat itu sedang berada di dalam rumah, yang juga diduga sebagai tempat persembunyian tersangka ‘AJ’.

“Setelah ditangkap, ‘AJ’ langsung kita bawa ke BNNP Kepri. Lalu kita melakukan pemeriksaan hasilnya diketahui jika isteri nya ‘YS’ dan satu orang kakaknya yang turut diamankan di PALI, keduanya tak terlibat hingga keduanyapun kita pulangkan. Dalam kasus ini tersangka ‘AJ’ (warga PALI), tersangka ‘R’, ‘D’, ‘M’, dan ‘A’ dikenakanpasal Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 dengan hukuman pidananya maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, warga Tebing Gofar RT 11 RW 04 Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI dihebohkan suara tembakan senjata api, Selasa malam (23/8/2016) sekitar pukul 21.00 WIB.Beredar kabar adanya penangkapan terhadap tiga warga Tebing Gofar tersebut karena diduga terlibat jaringan narkoba dari Kota Batam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, jika ada tiga warga ditangkap BNNP Sumsel dan BNNP Kepri dibantu personil Polres Muara Enim, bahkan dari lokasi petugas juga mengamankan tiga unit mobil. (den/ded/ans)





Publisher : Alwin

Lihat Juga

Sri Sulastri: Bakal Banyak yang Kena!

Palembang, KoranSN Pengamat Hukum Sumsel, Dr Hj Sri Sulastri SH MHum, Minggu (27/11/2022) mengatakan, jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!