Dua Tersangka Sudah Divonis, Kini Kasus Mafia Tanah BPN Palembang Dibuka Lagi







Kantor Kejari Palembang di Jakabaring Kota Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Meski dua tersangka sudah divonis dan menjadi terpidana, kini dugaan kasus mafia tanah terkait perkara dugaan korupsi gratifikasi penerbitan sertifikat tanah Program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) tahun 2019 untuk penyidikannya dibuka lagi dengan dilakukan penyidikan baru oleh Kejari Palembang.

Adapun dua tersangka yang sudah menjadi terpidana tersebut, yakni Ahmad Zairil dan Joke yang keduanya mantan oknum pegawai BPN Kota Palembang.

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Ario Apriyanto Gopar SH MH mengatakan, jika pihaknya saat ini telah melakukan penyidikan baru terkait perkara tersebut.

“Untuk saat ini kita sudah membuka penyidikan baru dugaan kasus korupsi PTSL 2019 tersebut,” tegas Ario.

Masih dikatakannya, karena penyidikan baru tersebut sedang dilakukan maka untuk siapa tersangkanya nanti menunggu hasil dari proses penyidikan.

“Untuk siapa tersangkanya nanti tunggu hasil pengembangan dari penyidikannya,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, Edison mantan Kepala BPN Kota Palembang juga akan segera dipanggil Kejari Palembang guna diperiksa sebagai saksi.

Baca Juga :   Kejari Lahat Agendakan Ulang Pemeriksaan Marwan Mansyur Terkait Dugaan Kasus Pengangkatan Direktur PDAM

“Mantan Kepala BPN Palembang segera dipanggil untuk diperiksa karena sudah masuk dalam daftar saksi. Selain itu semua saksi yang terkait dalam perkara tersebut secara komprehensif akan kita periksa,” tandasnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

K-MAKI Minta Bareskrim Segera Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Kasus RUPS-LB Bank Sumsel Babel

Palembang, KoranSN Ir Feri Kurniawan Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumsel, Sabtu (22/6/2024) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!