Dugaan Korupsi PDPDE Sumsel Rugikan Negara 30 Juta Dolar Lebih





Ruangan arsip di mess PT PDPDE di Jalan Natuna Palembang yang disegel oleh Kejati Sumsel. (Foto-Istimewa)

Palembang, KoranSN

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (8/9/2021) mengungkapan jumlah kerugian negara yang terjadi dalam dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel tahun 2010–2019.

Dikatakannya, bahwa menurut ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam perkara ini telah terjadi kerugian keuangan negara.

“Adapun kerugian negara tersebut, yakni sebesar USD 30.194.452.79 (tiga puluh juta seratus sembilan puluh empat ribu empat ratus lima puluh dua koma tujuh puluh sembilan sen dollar Amerika Serikat) yang berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama kurun waktu 2010 dan 2019, yang seharusnya diterima oleh PDPDE Sumsel. Dan sebesar USD 63.750,00 (enam puluh tiga ribu tujuh ratus lima puluh dollar Amerika Serikat), dan Rp 2.131.250.000,00 (dua miliar seratus tiga puluh satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang merupakan setoran modal yang tidak seharusnya dibayarkan oleh PDPDE Sumsel,” paparnya.

Baca Juga :   Dugaan Korupsi SERASI 2019 di Banyuasin Terus Disidik Kejati Sumsel

Dijelaskannya, dugaan kasus ini bermula pada tahun 2010, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperoleh alokasi untuk membeli gas bumi bagian Negara dari J.O.B PT Pertamina , Talisman Ltd. Pasific Oil and Gas Ltd, Jambi Merang (JOB Jambi Merang) sebesar 15 MMSCFD berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP MIGAS). HALAMAN SELANJUTNYA>>





Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejari Masih Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa

Mukomuko, KoranSN Kejaksaan Negeri Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, masih menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi dana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!