Dugaan Penipuan 150 Calon Jamaah Umroh Pagaralam Diusut Polda Sumsel 

Para calon jamaah umroh saat mendatangi kantor Abu Tours Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang beberapa waktu lalu. (Foto-Dedy/Dok/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel saat ini mengusut dugaan penipuan 150 calon jamaah umroh di Pagaralam yang belum diberangkatkan umroh oleh pihak Abu Tours.

Demikian diungkapkan Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro, Senin (5/3/2018).

Dijelaskannya, walaupun ratusan calon jamaah di Kota Pagaralam tersebut hanya melapor ke Kementrian Agama Kota Pagaralam dan saat ini belum membuat laporan kepolisian ke Polda Sumsel, namun pihaknya selaku penyidik tetap mengusut dugaan kasus tersebut.

“Dalam mengungkap dugaan kasus Abu Tours ini, kami selaku penyidik selalu koordinasi dengan Kementerian Agama. Jadi, walaupun korban tidak membuat laporan di polisi, kami cukup hanya mendata para korban dari pihak Kementerian Agama,” jelasnya.

Diungkapkannya, selain terus berkoordinasi dengan pihak Kementrian Agama, pihaknya juga telah memiliki data jumlah para calon jamaah se-Sumsel yang hingga kini belum diberangkatkan umroh oleh
Kantor Abu Tours Cabang Palembang.

“Berdasarkan pemeriksaan berkas-berkas yang telah kami sita dari Kantor Abu Tours Palembang, adapun data jumlah para korban se-Sumsel yakni; 8.522 calon jamah umroh. Ribuan korban ini sudah menyetorkan uang keberangkatan umroh kepada Abu Tours yang total nilainya mencapai Rp 109,9 miliar atau Rp 109.962.640.320.00. Jadi, semuanya termasuk korban yang di Pagaralam pasti kami usut dengan penyelidikan,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo menambahkan, jika hingga saat ini Polda Sumsel masih terus melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus penipuan calon jamaah umroh Abu Tours.

“Karena dalam mengusut dugaan kasus ini jumlah para korban mencapai ribuan maka untuk mempersingkat waktu proses penyelidikan, penyidik tidak memeriksa semua saksi dari korban. Hanya beberapa korban saja yang diambil keterangannya untuk di BAP (berita acara pemeriksaan). Sedangkan untuk tersangkanya belum ditetapkan, karena dugaan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” pungkasnya.

Baca Juga :   Puluhan Pengendara Kocar Kacir Liat Razia Polisi

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pagaralam, H Win Hartan mengatakan, sebanyak 150 calon jamaah umroh asal Kota Pagaralam telah melapor ke Kementrian Agama Kota Pagaralam, karena belum diberangkatkan umroh oleh pihak Abu Tour.

“Setelah ada pemberitaan sekaligus dinyatakan kebangkuratan, ada sebanyak 150 Calon Jamaah Umroh asal Kota Pagaralam yang melapor ke kita, diduga telah ditipu penyelenggara agen perjalanan umroh Abu Tour. Laporan para korban ke kita (Kanmenag), kebanyakan mengeluhkan belum diberangkatkan, padahal sudah membayar biaya umroh,” kata Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pagaralam, H Win Hartan.

Masih dikatakan Win Hartan, sebelumnya pihak Abu Tour memang telah melayangkan izin di Kantor Kementrian Agama Kota Pagaralam, namun pada kenyatannya ada dugaan penipuan. Pasalnya, paket biaya umroh yang ditawarkan jauh lebih murah dari standar biaya umroh pada umumnya yakni sekitar Rp 18 juta.

“Kecurigaan ini sudah dari tahun lalu, saya mengingatkan masyarakat jangan sampai tergiur dengan biaya umroh murah,” ujarnya.

Lebih jauh diterangkan Win Hartan, biaya umroh Rp 18 juta tidak mungkin. Sebab dipastikan agen travel akan rugi, karena belum membiayai pesawat yang jika diestimasikan pulang pergi dikisaran Rp 15 juta, belum lagi biaya makan, penginapan, sewa bus dan banyak rangkaian lainnya.

“Biaya umroh tidak ada subsidi. Beda lagi kalau biaya haji, pastinya disubsidi pemerintah. Sedangkan untuk penyelesaian dugaan kasus penipuan ini, data para korban telah kami laporkan ke Kanwil kementrian Agama Provinsi Sumsel untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Baca Juga :   Jalankan Tugas Kapolda, Unit Pidum Lumpuhkan Penyimpan Senpira

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih mewaspadai penipuan perjalanan umroh dan haji. Perhatikan agen umroh dan haji yang dipilih, tentunya memiliki izin dari Kementrian Agama, memiliki jadwal keberangkatan dan biaya yang ditawarkan idealnya sekitar Rp 27 juta. Dibawah harga ini, tidak mungkin.

Untuk diketahui, Senin sore (12/2/2018) penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.

Pemasangan garis polisi tersebut dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang,
Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57) warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel telah melakukan penggeladahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang.

Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik yang berisikan berkas guna kepentingan penyelidikan. Usai digeledah,
Kamis pagi (1/3/2018) Kantor Abu Tours Cabang Palembang kembali dibuka dan beroprasional. Dibukanya kantor ini karena pihak Abu Tours berjanji akan meberangkatkan para calon jamah umroh. (ded/asn)

 







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Polda Sumsel Bongkar Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 5,6 Miliar

Palembang, KoranSN Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) membongkar kasus penyelundupan 37.804 benih …

error: Content is protected !!