Dugaan Penipuan Keberangkatan Jamaah Umrah, Suami Dirut RSUD Lahat Diperiksa



Ilustrasi. (foto-net)

Lahat, KoranSN

Dugaan kasus penipuan yang mengorbankan 178 Calon Jamaah Umrah (CJH) yang diduga dilakukan oleh pengelola Majelis Taklim Al-Lail, ‘CA’ semakin diperdalam pihak Polres Lahat. Bahkan untuk mengusut dugaan kasus ini penyidik juga telah memeriksa ‘CA’ yang taklain suami Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat.

Dalam pemeriksaan tersebut penyidik mencecar 25 pertanyaan kepada ‘CA’ selama 4 jam, yang pemeriksaannya telah dilakukan, Senin (20/11/2017) di Mapolres Lahat.

Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Ginanjar SIK, Kamis (23/11/2017) membenarkan jika pihaknya telah memeriksa ‘CA’ sebagai saksi.

“ ‘CA’, suami Dirut Rumah Sakit Umum Daerah Lahat kami periksa selama empat jam, salah satunya masalah perizinan, sebab untuk Majelis Taklim Al-Lail sendiri, tidak mempuyai izin resmi dari pihak terkait,” ujarnya.

Masih kata Ginanjar, berdasarkan keterangan ‘CA’ jika Majelis Taklim Al-Lail tersebut hanya sebagai perkumpulan saja dan tidak ada izin resmi sebagai mana halnya usaha biro jasa tour and travel, yang seperti masyarakat ketahui, mereka hanya memakai sistem mengajak dan hanya dengan asas kepercayaan saja.

“Pemanggilan itu, terkait laporan yang sudah diterima atas kasus batalnya keberangkatan 178 orang calon Calon Jamaah Umrah (CJU), sehingga mengakibatkan kerugian masing-masing CJU tersebut mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.
Ginanjar menambahkan, pemeriksaan terhadap ‘CA’ kedepan masih akan dilakukan penyidik. Sebab, penyidik masih akan mengambil keterangan dari yang bersangkutan.

Info terakhir yang berhasil dihimpun awak media, dalam pemeriksaan kedepan, penyidik meminta ‘CA’ selaku pengelola dana Majelis Taklim Al-Lail agar membawa dokumen bukti setor pengiriman ke First Travel seperti pengakuan ‘CA’ saat diperiksa.
Terkait hal itu Ginanjar mengutarakan, tidak menutup kemungkinan ‘CA’ dan istri akan mengarah menjadi tersangka. Apalagi saat ini jelas Majelis Taklim Al-Lail tersebut tidak memiliki izin. Dari itu ada indikasi yang mengarah jika kedua Pasutri tersebut untuk menjadi tersangka.

Baca Juga :   Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perdagangan Anak Dibawah Umur

“Sampai saat ini ‘CA’ masih dipanggil selaku saksi, yang jelas kita akan melakukan rekontruksi di lapangan untuk pembuktiannya,” janji Kasat Reskrim Lahat.

Masih dikatakannnya, dengan adanya dugaan kasus ini maka pihak Polres Lahat akan memfasilitasi masyarakat sampai akhir Desember 2017 mendatang, apabila masih ada warga yang akan membuat pengaduan karena tidak jadi diberangkatkan umroh oleh Majelis Taklim Al-Lail.

“Polres Lahat akan memfasilitasi dan membuka posko pengaduan terhadap CJU lainnya yang sudah ditipu. Dengan demikian, dapat diketahui semua jumlah korban yang ada,” tandasnya. (rob)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Eks Ajudan: Firli Bahuri Minta Uang Rp50 Miliar ke SYL

Jakarta, KoranSN Mantan ajudan Menteri Pertanian (Mentan) periode 2019-2023 Syahrul Yasin Limpo (SYL), Panji Harjanto …

error: Content is protected !!