Eceng Gondok Bercampur Sampah Ganggu Aktivitas Transportasi Sungai







Banyaknya eceng gondok di kawasan sekitar pelabuhan Sungai Musi Palembang sering membuat aktivitas transfortasi sungai jadi terganggu, warga dan pemilik kapal harus berhati hati sehingga eceng gondok di sungai tidak tersangkut baling baling kapal. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Keberadaan tumpukan Eceng Gondok atau tumbuhan yang memiliki bahasa latin Eichhornia crassipes di sekitar perairan Sungai Musi, dianggap telah mencoreng wajah wisata sungai di Kota Palembang.

Bahkan bukan hanya mencoreng wajah sungai, keberadaan eceng gondok juga menghambat aktivitas transportasi sungai yang berdampak akan perekonomian masyarakat, jika baling-baling kapal tersangkut dan menyebkan mesin menjadi rusak.

Para sopir angkutan air, Jukung atau Ketek harus lebih berhati-hati saat hendak merapat di pelabuhan untuk menuruni penumpang karena salah sedikit, eceng gondok yang sudah bercampur bermacam jenis sampah bisa merusak mata pencarian mereka.

Tak hanya itu, tumpukan eceng gondok juga dikhawatirkan dapat membawa wabah penyakit bagi warga sekitar aliran Sungai Musi. Hal ini dikarenakan tumpukan eceng gondok yang bercampur dengan sampah-sampah plastik menjadi sarang jentik-jentik nyamuk.

Meskipun sebagian kalangan menganggap ini sepele, namun bukan tidak mungkin keberadaan eceng gondok dan sampah tersebut dapat memberi penilaian buruk bagi Kota Palembang, yang pernah menyabet Piala Adupira, sebagai kota terbersih.

Pantauan Suara Nusantara, Rabu (5/9/2018) di sejumlah titik pelabuhan Sungai Musi, seperti di Dermaga 10 Ulu Palembang, terlihat banyaknya eceng gondok dan sampah yang menumpuk di perairan Sungai Musi. Hal ini tentunya menjadi pandangan tidak menyedapkan bagi warga Palembang yang sedang berkunjung ke lokasi wisata tersebut.

Indah (19), salah seorang remaja putri yang dibincangi Suara Nusantara melalui akun Sosmednya mengaku risih dengan keberadaan tumpukan eceng gondok dan sampah-sampah tersebut.

“Sebenernya lokasi Sungai Musi sangat bagus, banyak spot cantik yang bisa dieksplore, baik segedar buat santai atau sekedar menikmati udara sore hari. Namun sayang, pemandangannya dirusak dengan banyaknya tumpukan sampah itu. Seharusnya, peran pemerintah sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan sungai,” katanya saat dibincangi Suara Nusantara.

Baca Juga :   Harnojoyo Temui Pedagang Sayur dan Tukang Urut

Tak hanya itu, Nurjanah (36), Ibu Rumah Tangga (IRT) yang bermukim di sekitar lokasi aliran sungai yang sebelumnya pernah dibincangi Suara Nusatara juga mengakatan, resah akan banyaknya eceng gondok menumpuk bersama sampah plastik lainnya di aliran sungai.

“Saya khawatir saja Dek! Akan banyaknya tumpukan sampah ini. Saya takut akan menjadi sarang nyamuk pembawa penyakit. Pemandangan seperti ini hampir setiap hari dirasakan warga sekitar sungai.

Kami berharap kesemrawutan sampah ini bisa segera ditanggulangi dinas terkait atau Pemerintah Kota Palembang,” jelas ibu dua anak ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Bastari pernah mengatakan, pihaknya akan bahu membahu membersihkan sungai dan anak sungai dari eceng gondok agar kondisi sungai dalam keadaan bersih. Dan tidak menganggu aktifitas transportasi sungai. (den)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Sumsel Kurban Lima Ekor Sapi dan Satu Kambing, 500 Paket Daging Dibagikan ke Masyarakat, Panti Asuhan dan Pegawai Honorer

Palembang, KoranSN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) pada Hari Raya Idul Adha, Senin (17/6/2024) …

error: Content is protected !!