Eddy Hermanto Tersangka Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya Beli Aset Pakai Nama Keluarga



Dijelaskannya, Kejati Sumsel menggandeng Badan Pertanahan Negara (BPN) dalam melacak aset Eddy Hermanto, karena BPN merupakan lembaga negara yang berkompeten.

“Bukan hanya BPN, dalam asset tracing atau pelacakan aset ini Kejati Sumsel juga bisa berkoordinasi dengan lembaga negara lainnya,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, penyitaan aset penting dilakukan untuk memulihkan kerugian negara dalam perkara dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya yang pembangunannya menggunakan dana hibah Pemprov Sumsel sebesar Rp 130 miliar.

“Sebab, apabila nanti perkara ini talah diputus di persidangan dan tersangkanya tidak mau mengembalikan uang kerugian negara yang terjadi, maka aset yang sudah kita sita inilah yang akan memulihkan kerugian negera tersebut,” tandasnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Petugas BNN Kepung & Tabrakan Mobil ke Pembawa 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Asal Malaysia di Sukarami

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejati Tegaskan Tetap Panggil Saksi Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel kedepanya tetap melakukan pemanggilan dan pemeriksaan para saksi dalam proses penyidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.