Edhy Prabowo Tinjau Longsor di Desa Beringin Jaya



Ketua Komisi IV DPR RI, Eddy Prabowo didampingi anggota DPRD Muratara dan Kades Beringin Jaya Irwansyah, saat meninjau lokasi longsor di Desa Beringin Jaya Kecamatan Rupit. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo meninjau langsung tebing penahan aliran sungai di Desa Beringin Jaya Kabupaten Muratara, yang longsor.

“Pada saat bertemu dengan beberapa kepala desa. Kepala desa beringin jaya mengajak untuk melihat lokasi yang longsor yang ada di desanya,” kata Edhy.

Ia menjelaskan, dari penjelasan yang didapat, longsor di Desa Beringin Jaya hampir setiap tahun terjadi. Bahkan, lokasi longsor sudah bergeser lebih dari 20 meter. Jika dibiarkan Edhy menilai, akan berdampak terhadap keberadaan Desa Beringin Jaya.
Usai meninjau lokasi longsor, Edhy mengatakan, permasalahan tersebut akan disampaikan ke Komisi V selaku komisi yang menaungi permasalahan tersebut.

Baca Juga :   Asmar Wijaya Resmi Jabat Sekda OKI

“Proposalnya sudah siap, saya minta tembusannya nanti dan akan saya bawakan langsung ke teman-teman di komisi V,” kata Edhy.

“Saya fikir ini perlu, Muratara juga merupakan daerah yang strategis, dan memiliki sumber daya alam yang sangat banyak potensinya, masyarakatnya juga sangat giat, saya rasa perlu mendapat reward untuk dibantu,” katanya lagi.

Sementara Kepala Desa Beringin Jaya Irwansyah mengatakan pihaknya sangat senang atas kedatangan Edhy Prabowo yang telah menyempatkan diri untuk berkunjung ke desanya.

“Kami mohon pada Pak Edhy Prabowo untuk membantu di desa kami yang telah terjadi longsor lebih dari 10 tahun yang telah menghanyutkan 11 rumah warga yang terbawa arus Sungai Rupit,“ harapnya.

Baca Juga :   Indonesia Urutan ke 79 Dunia Penghasil Migas

Irwansyah berharap, pemerintah cepat dan tepat untuk menyelamatkan desanya, agar tidak menelan korban berikutnya.

“Kami mohon kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar segera memindahkan arus sungai (potong tanjung) dan pemasangan talud supaya tidak terjadi longsor lagi,” harapnya.

Jika tidak segera ditangani dengan serius sambung Kades, dikhawatirkan dalam kurun waktu 10 tahun kedepan desanya terancam tinggal sejarah saja.

“Yang lebih menyedihkan lagi makam nenek moyang kami dari tahun 1930 sampai sekarang tinggal berjarak kurang dari 5 meter dari lokasi longsor,” bebernya. (snd)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkab Dukung Penyelenggaraan Statistik Sektoral dan Pendataan Potensi Desa

Muara Enim, KoranSN Statistik sektoral memiliki peranan penting dalam perencanaan pembangunan, untuk itu penyelenggaraan statistik …

error: Content is protected !!