Ekonom: Prioritas Utama Selamatkan Bukopin

Suasana pelayanan nasabah di kantor pusat Bank Bukopin, MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020).(foto-antara)

Jakarta,KoranSN

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan menyelamatkan Bank Bukopin merupakan prioritas utama dengan tidak melewatkan solusi yang ditawarkan KB Kookmin Bank.

“Kita tidak bisa mengatakan asing atau nonasing, karena masalahnya bagaimana menyelamatkan bank itu dulu, itu prioritas utama,” katanya dalam diskusi daring Infobank di Jakarta, Kamis.

Dalam prospektus penawaran umum terbatas (PUT) kelima Bank Bukopin, pemegang saham yakni Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank siap melaksanakan seluruh haknya dalam PUT itu.

Kookmin bertindak sebagai pembeli siaga yang akan mengambil seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan haknya oleh pemegang saham lainnya, sesuai dengan rencana bank asal Korea Selatan itu menjadi pemegang saham pengendali Bukopin.

Baca Juga :   Hapelnas, Pelanggan Telkomsel Dapat Hadiah

Upaya menyelamatkan bank yang didirikan tahun 1970 itu, kata dia, diharapkan memberikan hasil yang positif bagi perbankan Indonesia di tengah tantangan berat pandemi COVID-19.

“Tugas kita menjaga bank di tengah pandemi tidak mudah, butuh kerja sama semua pihak menjaga, jangan sampai rumor negatif itu justru memperburuk kondisinya,” katanya.

Ia juga berharap tantangan berat tersebut tidak ditambah dengan isu negatif lain yang berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada perbankan dan industri perbankan secara keseluruhan.

Salah satu isu negatif itu di antaranya isu “rush money” atau penarikan uang besar-besaran yang beredar di media sosial.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian untuk mengejar pelaku penyebar kabar bohong atau hoaks.

Baca Juga :   Harga Sembako dan Sayur Mayur Bergerak Naik di Musim Hujan

Dalam kesempatan itu ia juga mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mempertimbangkan penyebutan nama-nama bank sebelum diungkap ke publik kaitannya dengan pelaksanaan pengawasan bank oleh OJK.

“Karena dampaknya sangat negatif terhadap perbankan, bank bersangkutan dan ujungnya kepada perbankan keseluruhan. Kita kenal efek domino sistem keuangan ,” katanya.(antara/ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenko Perekonomian Serap Aspirasi UU Cipta Kerja di Palembang

Palembang, KoranSN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjadwalkan kegiatan serap aspirasi UU Cipta Kerja di Palembang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.