Eksekutor Pembunuh Driver Taksi Online Gunakan Uang Hasil Jual Mobil Untuk Mabuk-mabukan, Foya-foya Hingga Beli Baju







Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menginterogasi tersangka Acun. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Acundra alias Acun (21), warga Dusun V Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo dan Franata Ariwibowo alias Fran (18), warga Dusun II Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Muratara yang merupakan eksekutor pembunuh driver taksi online, Sofyan (47), menggunakan uang bagian dari hasil menjual mobil korban untuk mabok-mabokan Miras, foya-foya hingga beli baju.

Tersangka Acundra alias Acun mengatakan, dari menjual mobil milik korban tersebut dirinya mendapat bagian uang Rp 5 juta.

“Mobil korban dijual Akbar (DPO) dan Ridwan (tertangkap) seharga Rp 22.500.000. Dari uang tersebut, saya dapat bagian Rp 5 juta. Pembagian uang dilakukan oleh Akbar usai mobil korban dijual,” katanya.

Masih dikatakan Acun, pembagian uang tersebut dilakukan di warung makan yang berada di kawasan Singkut Jambi.

“Usai membagi uang tersebut kami bubar, dimana saya dan Fran pulang ke rumah masing-masing di Muratara dengan naik bus, sementara Akbar dan Ridwan tidak tahu kemana mereka pergi. Sedangkan untuk uang Rp 5 juta tersebut habis saya pakai untuk foya-foya, beli baju dan jalan-jalan,” tandasnya.

Sedangkan tersangka Fran mengungkapkan, jika dirinya mendapat bagian uang Rp 5.500 ribu dari menjual mobil korban Sofyan. Bahkan uang tersebut dihabiskannya untuk mabok-mabokan minuman keras (Miras) beralkohol.

“Uang itu semuanya sudah habis saya gunakan untuk beli Miras, dan foya-foya di organ tunggal,” tandasnya.

Diketahui, dalam kasus ini Polda Sumsel telah menangkap tiga tersangka dari empat pelaku perampokan dan pembunuhan korban Sofyan. Mereka yakni, Ridwan, Acun dan Frans. Sementara untuk otak dalam kasus ini, yakni Akbar masih dalam pengejaran.

Terungkapnya kasus ini setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa lalu (30/10/2018) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Baca Juga :   Korban Loncat dari Jembatan Ampera Ditemukan Tewas Mengapung

Menindaklanjuti laporan korban kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu (11/11/2018) pukul 20.30 WIB salah satu pelaku yakni; Ridwan berhasil ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara. Usai ditangkapnya Ridwan, lalu polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka hingga akhirnya jenazah korban Sofyan ditemukan sudah dalam kondisi tidak untuh lagi.

Kemudian pada Kamis malam (15/11/2018), pelaku Fran dan Acun menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Muratara. Selain itu dalam kasus ini, Polda Sumsel juga berhasil menemukan mobil jenis minibus warna hitam milik korban Sofyan. Mobil ini ditemukan, Jumat siang (16/11/2018) tergeletak di pinggir jalan di kawasan Kerinci Jambi, tepatnya di perbatasan Padang Sumatera Barat. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!