Empat Lawang Gandeng Investor Bukares Rumania

BARANG BUKTI – AKBP Syahril Musa menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari tersangka Umar Hasan, Noviana alias Novi, Rudi Yansyah dan Juhaini alias Bujang (berdiri di belakang). (foto-humas pemkab empat lawang/koransn.com)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang terus berupaya untuk memajukan daerahnya, kali ini Pemkab Empat Lawang menggandeng investor asal Bukares Rumania untuk mengembangkan beberapa sektor yakni pertanian dan juga sektor kelistrikan.

Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke Bukares Rumania bersama pihak terkait lainnya untuk menghadiri undangan resmi dalam membahas pengembangan tenaga listrik dan kopi. Kunjungan tersebut untuk mengetahui bagaimana membangun pusat listrik bertenaga hidro di Empat Lawang dengan memanfaatkan air terjun yang ada.

“Untuk dana nya sendiri tentunya APBD tidak sanggup karena itu perlu adanya investor,” katanya.

Selain itu, sambung Syahril, disana (Rumania) mereka juga menunjukkan bagaimana menghasilkan listrik berbahan baku sampah tanpa menyisahkan polusi yang lain. Oleh karena itu untuk penerapannya di Empat Lawang, pihaknya masih akan melaporkan hasil kunjungan tersebut ke Gubernur Sumsel dan Kementrian terlebih dahulu, sebab bahan baku yang dibutuhkan tidak sedikit.

Baca Juga :   Aklamasi, Herawati Rizal Jadi Ketua Pengajian Al Hidayah PALI

“Kalau membuat listrik bahan baku sampah, tidak cukup di Empat Lawang. Di Empat Lawang hanya menghasilkan 16 ton sampah setiap harinya, sedangkan kita membutuhkan setidaknya 250 ton sampah, kecuali kalau bekerjasama dengan Kabupaten Kota tetangga. Tapi akan kita koordinasikan lagi dengan pak Gubernur,” terangnya.

Syahril juga menambahkan, selain pengembangan sektor kelistrikan, pihaknya juga mengembangkan bahan baku kopi. Menurutnya, untuk bahan baku kopi sendiri butuh biji kopi dengan jumlah yang banyak disertai dengan kualitas bahan baku atau biasa disebut kopi petik merah.

“Kopi yang bagus ini kopi petik merah dan sudah masak. Nah, bahan baku kita masih sedikit, ditambah lagi metode pengolahan yang tidak baik, karena itu butuh pengembangan lagi,” ujarnya.

Dari hasil kunjungan ini, sambung Bupati Empat Lawang, pihaknya akan melaporkan terlebih dahulu kepada Gubernur namun yang pasti pihaknya akan menindaklanjuti hasil kunjungan ini. Tapi memang untuk pembangunannya sendiri tidak dapat dilakukan dengan cepat.

Baca Juga :   Gelar Semester Ganjil, Kampus B IAI Al-Azhar Mulai Dilirik Masyarakat

“Semua butuh proses, tapi yang terpenting kita sudah berusaha terlebih dahulu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang, Susyanto Tunut menambahkan, saat ini kualitas kopi petik merah harganya sangat tinggi dan tidak bisa turun. Karena itu, perlu ada sosialisasi kepada masyarakat jangan memanen kopi yang masih dalam kondisi hijau atau mentah.

“Dengan begitu kami berharap kopi dari Empat Lawang menjadi kopi yang dikenal diluar negeri,” harapnya. (foy)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pengurus Baznas Harus Mampu Jaga Kepercayaan Muzakki

Palembang, KoranSN Gubernur Sumsel, H Herman Deru secara resmi melantik Pengurus Badan Amil Zakat Nasional …