Empat Mobil Mewah Telah Disita KPK

Bupati Banyuasin nonaktif Yan Anton Ferdian saat mengikuti persidangan lanjutan OTT Banyuasin di PN Tipikor Palembang. Foto Ferdinand Deffryansyah/koransn

 

EMPAT mobil mewah milik terdakwa Yan Anton Ferdian yakni; Mobil Lexus, Mobil Mercedes Benz dan dua unit Mobil Hartop, yang dibeli dari uang fee proyek pemberian dari SKPD di Banyuasin, ternyata telah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini terungkap, saat terdakwa Yan Anton dihadirkan dalam persidangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Banyuasin di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I A Palembang, Kamis (2/3).

Diakui Yan Anton, selain empat mobil tersebut dalam kasus OTT tersebut, sepeda motor Ducati dan sepeda Harley Davidson jenis Police miliknya, juga telah disita KPK. Bahkan dirinya juga telah mengembalikan uang senilai Rp 1,2 miliar ke KPK.

“Kalau untuk pembelian barang yang disita KPK, uangnya berasal dari permintaan yang saya sampaikan kepada Rustami, kemudian, Rustami menyampaikan ke Sekda dan Asisten II, lalu diteruskan ke kepala dinas. Setelah itu, kepala dinas meminta Sutaryo mencarikan uang ke para kontraktor yang memenangkan proyek di Banyuasin. Setelah mendapatkan uang, lalu uangnya diserahkan ke Kirman, terakhir baru ke Rustami. Dari uang yang saya minta tersebut, saya gunakan untuk keperluan saya termasuk membeli empat mobil mewah itu,” katanya.

Baca Juga :   Miliki 11 Paket Sabu, Briptu AF Tertangkap

Diungkapkan Yan Anton, dengan adanya dugaan kasus yang kini menjeratnya, dirinya mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan hingga mencemarkan nama baik Banyuasin.

“Saya mengakui telah melakukan hal yang salah, telah mencemarkan nama baik Banyuasin serta membuat malu nama baik keluarga. Atas semua itu, saya mohon maaf,” ujarnya.

Masih dikatakan Yan Anton, dalam kasus OTT Banyuasin dirinya memang pernah meminta Rustami untuk mencarikan uang keberangkatan haji untuknya dan isteri senilai Rp 1 miliar. Setelah permintaan disampaikan tak lama kemudian Rustami mendapatkan uang tersebut dari seorang kontraktor yakni, Zulfikar Muharammi (terpidana).

Baca Juga :   Bupati Banyuasin H. Askolani Santuni Anak Yatim Piatu

“Untuk rencana naik haji ini, saya pun memesan tiket ke PT Turisina Buana senilai Rp 531 juta. kemudian untuk membayar uang itu saya memerintah Rustami dan Kirman. Selain itu, saya juga meminta Kirman membeli mata uang dolar senilai 11.200 US Dolar. Semua pembelian tersebut menggunakan uang Rp 1 miliar pemberian dari Zulfikar. Lalu sisanya senilai Rp 300 juta diserahkan Rustami kepada saya, untuk sisa uang itu saat ini telah disita KPK karena menjadi barang bukti saat saya tertangkap OTT KPK,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Dalami Pembelian “Wine” Oleh Edhy Prabowo dari Suap Ekspor Benur

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi karyawan swasta Ery Cahyaningrum soal pembelian minuman …