Fahri Hamzah: Garbi Lahir Karena Kegelisahan







Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan sambutan usai mendeklarasikan Garbi. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) resmi dideklarasikan, Minggu (14/10/2018) bertempat di Gunz Cafe. Deklarasi ditandai dengan pelepasan lima ekor burung Merpati sebagai simbol misi Garbi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan terbesar kelima di dunia.

Deklarasi Garbi yang dibarengi dengan diskusi santai menghadirkan narasumber Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Dalam kesempatan itu, Fahri mengatakan, Garbi lahir dari kegelisahan masyarakat akan pemerintah yang sering bicara hal fiksi. Menurutnya, seharusnya pemerintah lebih bicara soal fakta, untuk membawa Indonesia jadi negara yang lebih maju.

“Ada yang salah dengan Indonesia saat ini, ada yang salah dengan pemimpin kita, ada yang salah dari cara mengelola negara kita. Saya berani mengatakan GARBI merupakan suatu koreksi yang bisa jadi perenungan masyarakat saat ini,” kata Fahri.

Dikatakan Fahri, terjadinya berbagai bencana belakangan ini, seperti di Lombok, dan di Sulawesi Tengah (Sulteng) merupakan teguran untuk bangsa Indonesia.

“Ini kita sedang ditegur, sekarang ada tsunami, gempa dan likuifaksi, gejala yang aneh tiba-tiba lumpur itu terangkat mengakibatkan ribuan orang hilang, jadi introspeksi layak dilakukan. Sekarang yang kita lakukan adalah sabar dan sadar,” ujarnya.

Baca Juga :   Terpilih Akmalasi, Mgs Syaiful Padli Pimpin Gema Keadilan Sumsel

Dikatakannya, bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang tidak melupakan sejarah, karena mereka yang melupakan sejarah berarti tidak memiliki masa depan.

“Sejarah itu ibarat panah dan busur, semakin kita menarik ke belakang maka akan semakin melaju panah kedepan. Maksudnya semakin sering kita melihat sejarah maka akan semakin maju suatu negara,” ujarnya.

Fahri juga mengkoreksi, misi Garbi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan terbesar kelima di dunia, ia menilai, seharusnya Indonesia berada di peringkat keempat menjadi kekuatan terbesar di dunia, berdasarkan jumlah penduduk dan kepercayaannya.

“Tapi saya belum tahu, Garbi ini mau ke nomor satu atau nomor 2,” ujarnya.

Ketua Garbi Sumsel Amril Sudiono mengajak masyarakat untuk bergabung bersama Garbi. Menurutnya, tidak ada batasan bagi mereka yang ingin bergabung bersama Garbi.

“Siapapun bisa bergabung dengan Garbi, yang sepakat menjadikan Indonesia ini menjadi kekuatan kelima terbesar di dunia, mari kita bergerak bersama sama,” ujarnya.

Ia mengatakan, bukan mustahil untuk Garbi mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan melihat sejarah bangsa mulai dari kekuatan Kerajaan Sriwijaya yang mendunia dan merupakan salah satu bangsa yang besar.

Baca Juga :   Alex Berang PNS Masih Tidak Masuk Kerja

“Sejarah dari Kerajaan Sriwijaya menggambarkan bahwa betapa besar bangsa kita besar kemungkinan dapat mengulang kembali sejarah itu menjadikan Indonesia jadi negara yang kuat. Oleh karena itu, marilah kita semua bergabung dalam suatu wadah yang visinya untuk menjadikan Indonesia negara yang besar,” ungkapnya.

Garbi Sumsel juga berharap dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mewujudkan Sumsel yang lebih maju.

“Kita harap pengambil kebijakan dapat bersinergi dengan GARBI, dan seluruh anggota GARBI Sumsel akan bergerak bersama untuk kebaikan Sumsel,” pungkasnya.

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Akhmad Najib berharap visi misi Garbi dapat selaras dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.

“Semoga cita-cita Garbi dapat selaras dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, yakni terciptanya ‘Sumsel Maju untuk Semua’. Selamat atas deklarasi Garbi,” pungkasnya. (awj)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkab Banjarnegara Gelar Gerakan Pangan Murah dan Bazar Pangan

Banjarnegara, KoranSN Pj Bupati Banjarnegara, Muhammad Masrofi membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) dan bazar pangan …

error: Content is protected !!