Faisal Basri: Perppu Reformasi Keuangan Bukan Jawaban Atasi Ekonomi

Tangkapan layar Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri dalam diskusi daring terkait RUU Bank Indonesia dan Perppu Reformasi Sistem Keuangan di Jakarta, Kamis (1/10/2020).(foto-antara)

Jakarta, KoranSN

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menilai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Reformasi Sistem Keuangan bukan merupakan jawaban saat menghadapi pandemi COVID-19 karena sektor keuangan masih solid.

“Instrumen apapun ditambah, mau Perppu sepuluh itu tida akan mampu mengatasi kemerosotan ekonomi,” kata Faisal Basri dalam diskusi daring Indef di Jakarta, Kamis.

Faisal Basri mengatakan perbankan secara umum mengalami kelebihan likuiditas, misalnya dicermati dari Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 11 persen pada Agustus 2020, namun ia mengakui ada bank kecil yang mengalami permasalahan likuiditas.

Baca Juga :   Wyndham Palembang Tanam 100 Pohon

Salah satu solusinya, kata dia, bank besar yang kelebihan likuiditas dapat memberikan pinjaman kepada bank kecil yang kekurangan likuiditas dengan skema penjaminan kepada industri perbankan. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia
Bagikan :

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Telkomsel Dorong Transformasi Digital UMKM

Jakarta, KoranSN Telkomsel kembali menghadirkan program berbasis digital sebagai wadah untuk memacu kewirausahaan di segmen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.