Faksi-faksi Militer Libya Mulai Berunding di Jenewa





Kelompok bersenjata, yang berlomba menguasai Tripoli, ibu kota Libya, sepakat melakukan gencatan senjata. (foto-antaranews)

Jenewa, KoranSN

Para pejabat militer dari faksi-faksi berseteru dalam konflik di Libya mulai menjalani pembicaraan yang diperantarai Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Senin (3/2/2020).

Pembicaraan itu ditujukan untuk menjamin pelaksanaan gencatan senjata setelah pertempuran berlangsung selama 10 bulan di daerah pinggiran ibu kota negara, Tripoli.

Perundingan “Komisi Militer Gabungan Libya” itu diikuti oleh lima pejabat senior dari Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan komandan di wilayah timur, Khalifa Haftar, dan lima pejabat Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), yang diakui masyarakat internasional.

Baca Juga :   Minyak Tumpah, Pantai Thailand Ditetapkan Sebagai Area Bencana

Haftar telah melancarkan serangan sejak April untuk merebut kendali Tripoli, tempat GNA berada. Pertempuran itu telah membuat lebih dari 150.000 orang mengungsi dan menambah keterlibatan kekuatan-kekuatan asing.

Pembicaraan militer itu berlangsung dua pekan setelah pelaksanaan pertemuan puncak internasional di Berlin, yang dipusatkan pada upaya untuk memetakan jalan menuju penyelesaian politik serta menerapkan embargo senjata oleh PBB, yang kerap dilanggar.

Haftar telah mendapat bantuan materi dari berbagai negara, termasuk Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania dan Rusia, menurut para pakar dan diplomat PBB. Sementara itu, pemerintah Libya mendapat bantuan militer dari Turki.

Baca Juga :   China Beraktivitas di Perbatasan Sebelum Bentrokan dengan India

Perundingan di Jenewa digelar untuk membangun kepercayaan serta melaksanakan mekanisme pengawasan gencatan senjata, kata beberapa diplomat. Pembicaraan Jenewa itu dipimpin oleh Utusan Khusus PBB Ghassan Salam. (antara/ima)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Rusia Berpotensi Hadapi Gelombang Baru COVID-19

Moskow, KoranSN Sub-varian virus corona Omicron, BQ.1.1 Cerberus lebih menular dibanding varian sebelumnya sehingga berpotensi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!