Fasilitas Rusunawa Kertapati Banyak Hilang dan Tak Terawat



Rusunawa di Kecamatan Kertapati kini siap ditempati.
Rusunawa di Kecamatan Kertapati saat ini tak terawat maksimal, bahkan fasilitasnya banyak hilang. (foto/dok SN/Ferdinand)

Palembang, KoranSN

Kurangnya perhatian terhadap rumah susun sewa (Rusunawa) yang berlokasi di Kecamatan Kertapati, menyebabkan banyaknya fasilitas-fasilitas dari rusun tersebut, hilang.

Hal ini dibenarkan oleh Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Palembang, Agus Kelana saat diwawancarai di kantor Setda Palembang, Senin (10/10/2016).

Menurut Agus, saat ini sebagian besar atap pelapon rusun nampak bocor dan lantainya banyak yang retak. “Ini karena kurang perawatan dan tidak ada penjagaan disana. Sehingga, menyebabkan kondisi bangunan banyak yang rusak,” ungkapnya.

Dia mengakui, rusun yang terdiri dari tiga blok tersebut memang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, karena itu pula tingkat keamanan di sana minim. Keadaan ini membuat oknum yang tak bertanggung jawab memiliki pelaung untuk mengambil atau mencuri fasilitas yang ada.

“Banyak travo dan meteran yang hilang diambil orang. Tidak ada yang menjaga,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Agus, akses yang sulit menuju rusun itu juga masih menjadi kendala utama bagi masyarakat yang ingin menghuni rusun. Sejauh ini baru sekitar 34 unit yang sudah terisi, dan masih ada sekitar 297 unit belum terisi.

Baca Juga :   Penanganan Covid-19 di Sumsel Belum On The Track

“Inilah yang masih menjadi kendala, tidak ada transportasi yang menjadi pilihan untuk menuju kesana. Meskipun baru-baru ini pihak SP2J telah memperpanjang trayek menuju tempat itu, namun kan angkutan kota (angkot) belum ada. Bahkan, untuk kesiapan fasilitas pendukung dan pasar juga belum ada,” terangnya.

Agus menerangkan, meskipun air bersih dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) dan listrik sudah masuk rusun, tapi tetap harus banyak yang diperbaiki. Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan renovasi dengan menggunakan bantuan dana Rp 2,7 miliar dari kementerian PUPR. Pihaknya juga akan kembali mengajukan anggaran sebesar Rp 1 miliar di APBN 2017 mendatang.

“Dana pembangunan dari kementerian PUPR sudah bergulir dan sedang dilakukan pengerjaannya. Baru-baru ini akan dibangun musholah dan rumah jaga,” katanya.

Baca Juga :   Palembang Raih Penghargaan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award

Sementara itu, Direktur Operasional (Dirops) PT SP2J Antoni Rais, selaku pengelola pihaknya tidak menampik, jika rusunawa Kertapati memang kurang perawatan.

“Kerusakannya banyak, sekarang ada yang bocor, bahkan kabel listrik ada juga yang hilang,” terangnya.

Dia juga membenarkan adanya bantuan dari kementerian PUPR, dengan ini pihaknya akan melengkapi fasilitas-fasilitas yang hilang.

“Contohnya sekolah yang akan diinventarisir terlebih dahulu terkait kebutuhannya, dan kita juga akan menyiapkan lahan untuk pasar. Sekarang ini juga sedang tahap pengubahan listrik prabayar menjadi token. Pengerjaannya akan dilakukan dalam sebulan ini,” pungkasnya. (tya)

Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

Rumah Baca Tulis Al Qur’an Berdiri Kokoh

Palembang, KoranSN Rumah baca tulis Al Qur’an dikawasan jalan Musi Raya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.