Finda Kunjungi Penderita Lumpuh Layu, Pastikan Dapat Pengobatan Layak dan Gratis

Wawako Finda saat mengunjungi warga penderita lumpuh layu di Kelurahan Srimulya Kecamatan Sematang Borang, Kamis (2/3/2017) Foto-Humas Pemkot Palembang

Palembang, KoranSN

Wakil Walikota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda (Finda) bersama jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Palembang dan dokter Puskesmas datang mengunjungi tiga anak dari dua keluarga yang tengah menderita sakit lumpuh layu dan Cerebral Palsy (CP) di daerah Kelurahan Srimulya Kecamatan Sematang Borang, Kamis (2/3/2017).

Diketahui, dua diantara penderita lumpuh layu tersebut bernama Nia Ramadani (18) dan Nurlita (13) buah hati pasangan Wanedi dan Subaidah. Sedangkan penderita CP bernama Kristian Jeremia Pakpahan (2) putra kedua dari pasangan Lamhot M. Pakpahan dan Emmy Emma Hutajulu.

Dalam kesempatan itu, Finda memastikan ketiga anak dari dua keluarga tersebut mendapatkan pengobatan yang layak dan gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Dikatakan Finda, pihaknya akan mengupayakan keluarga pra sejahtera dipenjuru Kota Palembang mendapatkan pelayan publik yang prima.

Baca Juga :   Cermati Karhutla di Sumsel, Gubernur Gelar Rakor dan Tinjau Kesiapan Alat Pemadaman Jalur Udara

“Ini menjadi tanggung jawab kita (Pemkot Palembang) untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, terutama masalah kesehatan. Jadi kami akan terus mencari ke pelosok-pelosok Kota Palembang, untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya seusai mengantar ketiga anak tersebut menaiki ambulans untuk pengobatan lebih lanjut di RS Bari.

Ia juga berpesan, Kepada keluarga agar memberikan asupan gizi yang seimbang untuk anak-anak mereka yang lain agar tidak terkena penyakit yang sama. “Cukupkan gizinya ya Pak. Saya harap, setelah mendapatkan pengobatan ini mereka dapat segera sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Baca Juga :   Sumsel Dipercaya Gelar Diklat Kepemimpinan Secara Mandiri

Salah satu kepala keluarga yang mendapat bantuan pengobatan, Wanedi mengaku, anak pertamanya sudah menderita lumpuh layu sejak duduk di kelas VI, bahkan anak keduanya juga mengalami hal yang sama saat di kelas VI.

“Kami belum berobat secara intensif ke rumah sakit (RS) karena terbentur biaya. Jadi kami sangat senang dan berterima kasih akan bantuan dari ibu Finda,” pungkas pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas ini. (ril/tya)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

3 Warga Palembang Meninggal 45 Positif Corona

Palembang, KoranSN Berdasarkan data dari Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Palembang, …