Firli Bahuri: Tahun Baru Islam Momentum Hijrah Merdekanya Bangsa Indonesia dari Kejahatan Korupsi dan Perilaku Koruptif





Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri. (Foto-Istimewa)

Jakarta, KoranSN

Ketua Komisi Pemberantasan Republik Indonesia (KPK RI), H Firli Bahuri mengatakan, Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah momentum hijrah dan merdekanya bangsa Indonesia dari kejahatan korupsi dan perilaku koruptif.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu. Salam sejahtera untuk kita semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. Syukur Alhamdulillah, umat muslim dunia khususnya di tanah air, masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk bertemu dan merayakan kembali Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1444 Hijriah,” katanya.

Menurutnya, meski angka sebaran relatif menurun situasi Pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri ini tentunya membuat berbagai bentuk perayaan Tahun Baru Islam seperti pawai obor massal, yang senantiasa ia ikuti semasa kecil hingga beranjak remaja dikampung halaman, mungkin hanya dapat dilakukan dengan batasan-batasan tertentu, demi keselamatan jiwa bersama.

“Namun saya percaya dan meyakini, umat tidak sekedar merayakan Tahun Baru Islam sebagai ceremony. Akbar tahunan yang memang sangat dinanti-nanti setiap muslim dunia, namun esensi serta keutamaan 1 Muharram yang sarat dengan tauladan dan nilai-nilai kehidupan baik di dalamnya, tentunya menjadi momentum kebangkitan mental dan spiritual agar kita senantiasa kembali kejalan yang benar, sebagai seorang hamba-Nya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Semarang Tuan Rumah Rakernas I JMSI

Masih katanya, Muharram memiliki arti yang diutamakan atau dimuliakan, karena beragam peristiwa bersejarah dan sangat penting bagi peradaban, perkembangan dan kemajuan Islam, salah satunya Hijrah Nabi Besar Muhammad SAW, terjadi di bulan yang penuh rahmat ini. Hijrah secara bahasa berasal dari kata hajara yang maknanya adalah berpindah atau menjauhi dan atau memutus dan meninggalkan sesuatu yang tidak baik.

Rasulullah SAW juga pernah mengatakan, orang yang berhijrah adalah orang yang berpegang teguh pada amar ma’ruf nahi munkar menjalani perintah serta menjauhi apapun yang dilarang oleh-Nya dan niat berhijrah untuk tujuan meninggalkan keburukan atau kondisi yang bertentangan dengan Al Quran serta hadis, idealnya semata-mata dilakukan karena Allah SWT, sebagaimana QS. Al-Baqarah ayat 218:

Baca Juga :   Pembatalan Pemilu 2024 Ibarat Deklarasi Ketidakmampuan di Panggung G20

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 218).

Sangat jelas, hijrah dari keadaan atau perbuatan jahat, buruk dan tercela, seperti perilaku koruptif atau budaya/laten korupsi, sejatinya hanya dilakukan oleh orang-orang yang beriman. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Pengukuhan JMSI Jakarta, Anies Baswedan: Media Siber Berfungsi Sebagai Clearing House

Jakarta, KoranSN Pengukuhan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) DKI Jakarta dilangsungkan meriah di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.