FSGI Sebut Revisi UU Sisdiknas Berbahaya Bagi Organisasi Guru





Dokumen – Sebanyak 86 orang PPPK untuk formasi guru SD dan SMP Kabupaten Barito Utara tahap kedua menandatangani kontrak terhitung mulai 1 Maret 2022, di BKPSDM setempat di Muara Teweh, Kamis (17/2/2022). (Foto/Antara)

Jakarta, KoranSN

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Republik Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan perubahan dalam draft revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) berbahaya bagi organisasi guru.

“Perubahan tersebut sangat berbahaya bagi kelangsungan, perkembangan, dan kemandirian organisasi profesi guru. Guru dikendalikan oleh Pemerintah Pusat, wibawa, kemandirian dan kebebasan dalam pembinaan, dan pengembangan guru ke depannya akan mengalami hambatan,” ujar Heru dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad.

Baca Juga :   Danrem 043/Gatam Pimpin Rapat Evaluasi Akhir Tahun 2017

Dalam draft pada Pasal 126 yang berbunyi bahwa penetapan kode etik guru oleh Mendikbudristek berdasarkan masukan dari organisasi profesi guru. Pasal itu merupakan perubahan dari pasal 42 UU No.14/2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), yang mana salah satu kewenangan organisasi profesi guru adalah menetapkan dan menegakkan kode etik bagi anggota. Pasal 126 mengambil alih kewenangan organisasi guru dalam menegakkan kode etik dari organisasi profesi ke Kemdikbudristek. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Warga Baubau Padati Pasar Wameo Menanti Kedatangan Presiden Jokowi

Kendari, KoranSN Warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara memadati Pasar Tradisional Wameo di Kelurahan Wameo, Kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!