
Tentunya semua mengharapkan hidup yang bahagia, salah satunya kebahagiaan itu bisa diukur dari material dan imaterial.
Jadi tanpa kesejahteraan tidak ada perdamaian dan sebaliknya tanpa perdamaian juga tidak ada kesejahteraan.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam pesan secara daring pada “2nd Borobudur World Peace & Prosperity Event” menyampaikan saat ini menghadapi sebuah tantangan besar bukan saja ancaman global namun juga menghadapi tantangan situasi politik.
Oleh karena itu pihaknya berharap sebagai saudara sebangsa dan satu Tanah Air, harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga sikap dan tindakan dalam keseharian agar tercipta suasana yang selalu harmonis.
“Semoga pada hari ini kita bisa selalu menginstrospeksi diri kita masing-masing agar ada sebuah perubahan yang semakin baik dari hari ke hari,” katanya.
Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak, bersinarlah bersama cahaya Waisak.
Dalam kegiatan “2nd Borobudur World Peace & Prosperity Event” para duta besar dan perwakilan dari kerajaan nusantara didaulat memukul genta perdamaian dan sebagai simbol perdamaian mereka juga melepas burung merpati bersama-sama.
Semoga peringatan Hari Raya Waisak 2567 BE menjadi momentum mewujudkan Indonesia yang semakin damai, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, serta menghargai perbedaan. (Antara/andi)