Gerhana Matahari Total, Palembang Paling Ideal

Fotografer senior  Arbain Rambey saat menjadi narasumber workshop photography. (foto/istimewa)
Fotografer senior Arbain Rambey saat menjadi narasumber workshop photography. (foto/istimewa)

Palembang, KoranSN

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya kota Palembang akan menjadi pilihan utama bagi para wisatawan yang akan mengabadikan momen bersejarah gerhana matahari total pada 9 Maret mendatang. Pasalnya, gerhana matahari total di kota pempek tersebut akan tertutup penuh oleh bulan dan berlangsung cukup lama.

“Kami putuskan untuk mengadikan momen gerhana matahari kali ini di Palembang, karena paling ideal dan matahari persis tertutup ideal,” ujar fotografer senior kompas Arbain Rambey saat menjadi narasumber workshop photography yang digelar oleh dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Minggu (7/2/2016) kemarin di Taman Purbakala Bukit Siguntang.

Dikatakan Arbain, momen terjadinya gerhana matahari total ini sangat jarang terjadi setiap tahunnya dan kesempatan untuk mengabadikannya juga sangat langka. Menurutnya, momen tersebut dapat dijadikan karya sejarah bagi para fotografer.

“Karena peristiwa ini jarang terjadi, perlu dilakukan berbagai persiapan dan langkah-langkah untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai rencana. Mulai dari penyamaan waktu dan tanggal yang ada di kamera dengan jam di handphone saat terjadinya gerhana, kemudian filter film agar dapat menangkap gambar matahari tanpa merusak kamera. Karena jika tanpa filter film saat menangkap gambar gerhana matahari, dipastikan sinarnya dapat langsung merusak kamera,” jelasnya.

Baca Juga :   Masa Persidangan III DPR Didominasi Rapat Bahas COVID-19

Ditambahkannya lagi, persiapan lain adalah posisi atau tempat untuk mengambil gambar harus ditentukan lebih awal termasuk menyiapkan tripod. Kemudian tema dan konsep apa saja yang akan diambil, apalagi saat gerhana nanti juga akan dilaksanakan lomba foto.

“Pastinya banyak fotografer yang tidak akan melewatkan momen tersebut. Dan momen yang paling menarik di Palembang ini tetunya jembatan ampera. Lokasi ini tentu akan sangat banyak di padati pengunjung,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Disbudpar Sumsel Irene Cemelyn Sinaga dalam sambutannya mangatakan, gerhana matahari total 9 Maret 2016 akan kembali melintasi Palembang. Sebelumnya gerhana matahari total juga pernah terjadi di Palembang pada 18 Maret 1988. Saat itu puncak gerhana matahari total di Palembang terjadi pukul 07.29 WIB. Puncak kemeriahan pada 1988 itu ada di Jembatan Ampera tempat berkumpulnya turis dan masyarakat lokal.

“Banyak turis memilih menyaksikan gerhana di Palembang karena kota besar dan mudah dijangkau dari Jakarta. Tahun ini, lokasi utama buat menonton gerhana masih akan di pusatkan di Jembatan Ampera. Ada juga rekomendasi tempat lain, yakni Plaza Benteng Kuto Besak di tepi Sungai Musi yang tak jauh dari Jembatan Ampera. Kita juga sudah menyiapkan berbagai acara buat meramaikan momen langka ini. Ada acara festival foto internasional, gloing night run, atraksi budaya, pertunjukan barongsai, dan pelepasan lampion,” jelasnya.

Baca Juga :   Tanam 1000 Pohon, PDIP Sumsel Beri Kado Ultah Istimewa untuk Bu Mega

Ditambahkan mantan kabiro humas protokol Sumsel ini, pihaknya akan memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai peluang untuk menarik para wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Kami berharap dari sinilah nanti akan memperkenalkan Sumsel ke mancanegara, meskipun kita juga sudah dikenal sebagaian besar negara-negara luar karena akan menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018 mendatang,” tegasnya. (ril)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Ishak Mekki: KLB Tidak Akan Mungkin Terjadi

Palembang, KoranSN Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki menegaskan Kongres Luar Biasa (KLB) yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.