Giliran Acun Eksekutor Pembunuh Sofyan Driver Taksi Online Menyerahkan Diri

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno saat menggelar jumpa pers penyerahan jenazah korban Sofyan ke pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Setelah sebelumnya Franata Ariwibowo alias Fran (18), pelaku pembunuhan dan perampokan Sofyan (47), driver taksi online menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Kini giliran Acundra alias Acun (21) yang berperan sebagai eksekutor membunuh korban dengan memegangi tangan korban menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Muratara.

Acun yang tercatat sebagai warga Dusun V Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo ini menyerahkan diri, Kamis malam (15/11/2018).

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno, Jumat (16/11/2018) mengatakan, dengan menyerahkan dirinya pelaku Acun maka saat ini sudah tiga pelaku dari empat pelaku perampokan dan pembuahan korban telah diamankan pihak kepolisian.

Menurut Wakapolda, dari ketiga pelaku yang pertama ditangkap yakni Ridwan alias Rido (42), warga Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Lalu, Kamis sore (15/11/2018) pelaku Franata Ariwibowo alias Fran, warga Dusun II Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Muratara menyerahkan diri, kemudian malam harinya giliran pelaku Acun ikut menyerahkan diri.

“Frans dan Acun ini menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Muratara. Dengan menyerahkan diri kedua pelaku tersebut maka saat ini masih ada satu pelaku yakni Akbar, yang masih dalam pengejaran anggota di lapangan,” ungkap Wakapolda saat penyerahan jenazah korban Sofyan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Tersangka Acun. (Foto-Istimewa)

Lanjut Wakapolda, dengan belum tertangkapnya pelaku Akbar maka dirinya menghimbau agar pelaku segera menyerahkan diri.

“Tinggal satu pelaku inilah yang belum tertangkap. Kami himbau agar pelaku menyerahkan diri sebelum tertangkap anggota kami yang saat ini masih melakukan pengejaran di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga :   Tangkap Ikan dengan Cara Disetrum, 2 Nelayan Diamankan

Diberitakan sebelumnya, Kamis sore (15/11/2018) pukul 17.00 WIB, pelaku Franata Ariwibowo alias Fran didampingi keluarganya menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Muratara.

Dalam kasus ini Fran memiliki peran sebagai eksekutor membunuh korban dengan cara mencekik.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara membenarkan pelaku Fran telah menyerahkan diri.

“Jadi pelaku Fran telah kami amankan usai menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo sekitar pukul 17.00 WIB .Frans tinggal di Muratara dan sudah memiliki istri, dan dalam kasus ini Frans berperan mencekik korban Sofyan hingga korban meninggal dunia,” tandasnya.

Tersangka Fran. (Foto-Istimewa)

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Selasa (13/11/2018) menemukan jenazah korban Sofyan (47), warga Jalan Sukawinatan Lorong Asoka Palembang di kawasan Lakitan Musi Rawas Utara. Saat ditemukan jenazah korban sudah tidak utuh lagi atau telah menjadi tulang belulang dan tengkorak.

Penemuan korban setelah sebelumnya polisi berhasil menangkap salah satu pelaku perampokan dan pembunuhan korban, yakni tersangka Ridwan (42). Tersangka ditangkap polisi di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara.

Diketahui, kejadian ini bermula, Senin 29 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 13.30 WIB, dimana keempat pelaku menggunakan akun seorang perempuan yang mereka tidak kenal meminta dipesankan taksi online dengan tujuan KM 5 menuju kawasan bandara, lalu orderan tersebut didapatkan oleh korban Sofyan.

Namun saat korban menjemput, ternyata yang naik ke dalam mobil yakni empat orang laki-laki. Meskipun demikian korban tetap menerima orderan tersebut lalu korban mengantarkan keempat laki-laki itu ke kawasan bandara.

Baca Juga :   Aksi Perampokan Tempat Kos Menimpa Mahasiswi Cantik di 8 Ulu

Setelah sampai tujuan, tepatnya di pinggir jalan Simpang Bandara, korbanpun memberhentikan mobilnya. Saat itulah korban dieksekusi di dalam mobil. Dimana saat kejadian, tiga pelaku berperan memegangi tangan, kaki hingga mencekik korban di dalam mobil. Sementara untuk pelaku Ridwan berperan mengawasi situasi sekitar dengan keluar dari mobil.

Tersangka Ridwan alias Rido. (Foto-Istimewa)

Usai membunuh korban, kemudian keempat pelaku membawa korban beserta mobil korban menuju Muratara. Akan tetapi saat di tengah perjalanan, tepatnya di Desa Lubuk Karet Banyuasin, minyak mobil tersebut habis hingga salah satu pelaku menjualkan HP miliknya kepada salah seorang laki-laki, yang tidak dikenal oleh mereka seharga Rp 200 ribu. Setelah itu para pelaku mengisi bensin dan kembali melanjutkan perjalanan ke Muratara.

Saat di perjalanan inilah keempat pelaku membuang jenazah korban di salah satu perkebunan kelapa sawit di daerah Lakitan Muratara. Usai membuang korban kemudian para pelaku membawa kabur mobil milik korban.

“Dari keterangan pelaku Ridwan yang sudah kami tangkap, dia mengaku jika saat kejadian korban Sofyan tangan dan kakinya dipegangi, dan ada juga pelaku yang mencekik korban lalu korban dibuang. Untuk itulah para pelaku ini kejam. Makanya saya serius nian dan aku kejer para pelaku yang masih buron. Aku himbau agar pelaku yang belum ditangkap ini untuk serahkan diri bae, kalau idak agek nasibnyo samo cak yang lain-lain yang sudah aku sikat,” tegas Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ketua KPK Prihatin 26 dari 34 Provinsi Terjadi Kasus Korupsi

Jakarta, KoranSN Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengaku prihatin karena 26 dari 34 …