Gubernur Bengkulu dan Istri Ditangkap KPK







Lili Madari. (foto-dok/ferdinand/koransn.com)

Jakarta, KoranSN

Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dan istrinya Lili Madari, Selasa (20/6/2017) diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediaman pribadi Ridwan Mukti di Jalan Sidomulyo Kota Bengkulu. Ridwan dan istrinya diduga menerima suap terkait dengan proyek jalan di Bengkulu.

Selain itu, Tim Satgas KPK juga menangkap tiga orang lainnya. Mereka antara lain; bos PT RDS sekaligus Bendahara DPD Partai Golkar Bengkulu, Rico Diansari alias Rico Can, bos PT Statika Joni Wijaya alias Joni Statika serta staf di Pemerintah Provinsi Bengkulu. Bahkan dalam OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti sejumlah uang di dalam kardus.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah tak menampik sejumlah uang yang ditaruh dalam sebuah kardus itu berkaitan dengan proyek jalan yang tengah digarap PT RDS. Namun, kata Febri, pihaknya akan menyampaikan lebih detail seusai memeriksa kelima orang yang diamankan pihaknya itu.

Baca Juga :   Pangdam Olahraga Bersama Prajurit dan PNS

“Ini terkait salah satu proyek di Bengkulu, tapi kami belum bisa sebutkan terkait proyek apa,” kata Febri.

Diketahui, PT RDS pada tahun lalu mengerjakan sejumlah proyek jalan di wilayah Bengkulu. Salah satu proyek yang dikerjakan yakni di Kabupaten Seluma dengan nilai anggaran mencapai Rp 8 miliar.

Usai tertangkap KPK, Ridwan dan istrinya serta tiga orang lainnya dibawa ke KPK. Selain itu Tim Satgas KPK juga mengamankan barang bukti berupa sejumlah uang dalam pecahan rupiah di dalam kardus. Uang itu diduga pemberian dari pihak swasta kepada Ridwan. Untuk dugaan kasus ini KPK memiliki waktu paling lama 1×24 jam sebelum menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Baca Juga :   Servis Pengunjung, Kampung Kapitan Gelar Festival Cap Go Meh

“Kami akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan KPK punya waktu 1×24 jam untuk tentukan status lima orang tersebut,” kata Febri.

Lebih jauh dikatakan Febri, KPK juga telah menyegel ruangan di rumah pribadi Ridwan serta beberapa lokasi lain yang diduga berkaitan dengan kasus itu.

“Sebagai kelanjutan dari proses OTT, tim KPK melakukan penyegelan di beberapa tempat,” ungkapnya.

Lebih jauh Febri menjelaskan, penyegelan tersebut dilakukan untuk pengamanan barang bukti. Adapun rinciannya, akan disampaikan setelah pemeriksaan terhadap mereka yang ditangkap itu rampung.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif membenarkan tim instansinya berhasil mengamankan Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dan istri Lili Madari yang diduga terlibat praktik penyuapan. “Benar, tapi detailnya tunggu press conference saja,” kata Laode. (mus/asp/one/viva.co.id)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel saat melakukan Monev untuk memastikan kualitas layanan bantuan hukum di Lapas. (Foto-Istimewa)

Pastikan Kualitas Layanan Bantuan Hukum di Lapas, Kemenkumham Sumsel Lakukan Monev

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melakukan pemeriksaan terhadap penerima bantuan …

error: Content is protected !!