Gubernur: Pergubnya Belum Berubah, Nanti Kita Cek

Gubernur Palembang Alex Noerdin. (foto-dok/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Gubernur Sumsel Alex Noerdin memastikan hingga saat ini peraturan gubernur (Pergub) masih melarang truk tronton melintas di jalan umum pada siang hari.

Namun, dalam pantauan SN, masih banyak truk tronton peti kemas yang melintasi jalan umum di siang hari, bahkan kerap menjadi salahsatu biang kemacetan. Yang terbaru, keberadaan tronton menjadi penyebab dua pemotor kehilangan nyawa, akibat kecelakaan.

“Ya harusnya (melintas) di malam hari, nanti akan kita cek lagi, tapi memang tidak ada perubahan, di Pergub tetap berlaku, tidak boleh (melintas siang hari,red),” ungkap Alex, dibincangi Senin (6/11/2017).

Alex memperkirakan ada kepentingan mendesak yang membuat truk-truk tronton melintasi jalan umum di siang hari.

“Mungkin dia ada kepentingan mendesak barang kali, kita tidak tahu, nanti akan kita cek lagi, sebab sudah lama saya tidak mengurusi itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumsel M. Yansuri menyayangkan banyaknya truk tronton yang melintasi jalan umum di siang hari. Apalagi, keberadaan truk berbadan besar tersebut kerap mengganggu arus lalu lintas. “Tapi mungkin mereka ini (tronton) kadang-kadang maling-maling juga untuk melintas,” kata Yansuri.

Baca Juga :   HD Ajak Jamaah Masjid Ar-Rozaq Bersyukur, Kerinduan Sholat Berjamaah Terbayarkan

Ia meminta pihak terkait, terutama dinas perhubungan (Dishub) Sumsel dan Kota Palembang tegas dalam menegakkan aturan.

“Kondisi Kota Palembang ini kan sudah macet, untuk di kota ini, mobil pribadi saja sudah sulit melintas (macet), apalagi ditambah adanya tronton,” tandasnya.

Sebelumnya, Walikota Palembang Harnojoyo berjanji akan mengevaluasi waktu operasional truk tronton yang melintasi jalan protokol.

Menurut Harnojoyo, Perwali (Peraturan Walikota) baru yang mengatur oprasional waktu truk kontainer melintasi jalan protokol masih digodok. Dari itulah yang berlaku saat ini merupakan Perwali yang lama.

“Jadi saat ini yang berlaku Perwali yang lama, dimana truk-truk tersebut tidak boleh melintasi jalan protokol pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Selebih dari jam tersebut diperbolehkan. Karena adanya kecelakaan beberapa hari ini makanya kita akan evaulasi dan sekarang masih digodok Perwali yang baru.

Bahkan kedepan forum lalu lintas akan melakukan rapat secepatnya untuk membuat aturannya,” ujarnya.

Sementara Kabid Pengawasan dan Operasional Dishub Kota Palembang, Marta Edison menuturkan, sesuai Perwali waktu yang tidak boleh dilintasi truk fuso di jalan protokol diantaranya; pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, kemudian sore harinya pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Apabila, masih ada truk fuso yang melintasi jalan protokol di jam tersebut maka sudah menjadi wewenang pihak kepolisian.

Baca Juga :   Palembang, Lahat dan Empat Lawang Rawan Pelaksanaan Pileg

Diakuinya jika dari kejadian truk yang kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa di jalan protol, kebanyak sudah tidak memilki izin trayek. Dimana pihaknya juga sering melakukan razia untuk menindak sopir truk nakal tersebut.

“Sedangkan untuk uji Kir itu masanya cuma sampai 10 tahun, kalau mereka (pengemudi truk) masih ada yang melintasi jalan protokol dalam keadaan izin trayek habis, akan dikandangkan begitu juga yang tidak layak jalan,” janjinya. (awj/gen)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Diresmikan MenPAN-RB, Palembang Miliki Mall Pelayanan Publik

Palembang, KoranSN Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo hadir …