Gubernur Sumsel Bubarkan Satgas Karhutla 2017

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin memberikan penghargaan kepada Satgas Karhutla 2017. (Foto-foto/Humas Pemprov Sumsel)

Palembang KoranSN

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menghadiri acara perpisahan dan ramah tamah bersama Tim Satgas Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla), pilot serta crew water bombing di Griya Agung, Jum’at (27/10/2017).

Meski misi tim ini sudah selesai, Alex Noerdin berharap mereka tetap siaga untuk tahun depan, karena Sumsel punya hajatan besar Asian Games 2018.

Menurutnya, tantangan kedepan semakin berat, pasalnya tahun yang akan datang merupakan tahun perjuangan bangsa Indonesia, dimana 2018 mendatang pesta olahraga bertaraf internasional berlaga di Bumi Sriwijaya. Penyelenggaraan itu tentunya tak akan sukses jika Karhutla masih terjadi di Sumsel.

“Jadi kedepan tugas Satgas ini sangat mengedepan dan strategis, juga sangat penting untuk dapat diandalkan. Saya ingin menyampaikan ini jauh-jauh hari. Walaupun sudah dibubarkan, tapi kita siapkan dari hari ini untuk 2018 nanti,” terangnya.

Ia juga menuturkan, untuk mengembalikan kembali fungsi hutan dan lahan yang terbakar, Pemprov Sumsel berupaya untuk merestorasi dengan mengajak mitra swasta dan lembaga Sosial Masyarakat (LSM) bersama pemerintah mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :   Empat Paslon Teken Deklarasi Kampanye Damai

“Terbukti, Sumsel berhasil menjadi tuan rumah Asia Pacific High Level Meeting Bonn Chalengge Landscape Restoration yang mendatangakan 45 negara, pada tanggal 9-10 Mei 2017 lalu. Melalui Bonn Challenge Sumsel mendapat bantuan bukan bantuan berupa dana yang di salurkan melainkan upaya merestorasi hutan dan lahan,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Alex, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2015 memang masih menyisakan kenangan tersendiri, pasalnya ‘si jago merah’ melahap sekitar 736 ribu lebih hektar lahan rusak, hangus, ludes terbakar.

Beruntung, pada tahun 2016 dan 2017 Karhutla berhasil menurun drastis. Hal tersebut merupakan upaya penuh dari Pemerintah Provinsi Sumsel dengan membentuk satuan tugas (Satgas) Karhutlah yang telah dinyatakan terbaik di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel, H. Iriansyah S. Sos, SKM, M.Kes, sesuai dengan keputusan Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin Nomor 134/ KPTS/ BPBD-SS/2017 sejak Febuari 2017 lalu hingga sekarang telah mempunyai posko lapangan pemadaman darat berjumlah 658 posko, ditambah dengan personel yang terlibat dalam penanggulangan karhutla berjumlah 7.999 personel yang terdiri; dari berbagai unsur masyarakat, dengan total air yang ditumpahkan sebannyak 23.461.500 liter.

Baca Juga :   Ical Tandatangani Pemecatan Kader Penyokong Munas Ancol

“Nah Alhamulillah, berkat ridho Allah yang Maha Esa, kita mampu mengendalikan karhutla tersebut. Memang ada terjadi kebakaran beberapa kali tetapi yang penting itu memadamkanya, respon cepat dari kalian (Satgas Karhutlah) itu nyata dan terbukti,” ungkapnya.

Hadir dalam kesempatan ini Perwakilan BNPB RI, Yolak Dalimunte. SE. MM, Danlanud Palembang, Kolonel. PNB. Easter Hariyanto, Wakil Dansatgas Karhutlah, H. Yulizar Dinoto. SH, Kasrem 044 Gapo, Letkol. INF. M. Syahroni, Pilot Heli MI-17, Semeskho Volodymyr, Pilot MI-8-UP- MI-815PK, Slatbek Alymkulov. (rgn/rell)

Suasana acara perpisahan dan ramah tamah bersama Tim Satgas Karhutla dan Pilot serta crew water bombing, di Griya Agung.

 

Satgas Karhutla 2017 foto bersama usai acara perpisahan dan ramah tamah bersama Tim Satgas Karhutla dan Pilot serta crew water bombing.
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

6 Daerah Diverifikasi Sebagai Penerima Penghargaan Swasti Saba

Palembang, KoranSN Aspek lingkungan memberikan banyak dampak terhadap kehidupan makhluk hidup. Karena itu, dibutuhkan upaya …