Gunakan Kemajuan Teknologi dengan Bijak



Ilustrasi. (foto-net)

Majunya teknologi internet saat ini tentunya harus disikapi dengan bijak oleh setiap masyarakat, khususnya untuk mengawasi anak-anak remaja agar tidak salah dalam menggunakan internet. Apalagi, era serba moderenisasi saat ini, internet dapat dengan mudah diakses walau hanya dengan handphone saja.

Tentunya hal ini harus menjadi tugas semua pihak untuk mengawasi anak-anak kita supaya tidak menyalahgunakan kemajuan teknologi, hingga dapat berdampak negatif kepada anak tersebut.

Kalau dulu, kebanyakan anak-anak dan remaja melakukan belajar kelompok hingga melakukan kegiatan-kegiatan. Namun, saat ini para remaja kebanyakan menghabiskan waktu hanya dengan browsing intenet. Inilah yang harus dilakukan pemantauan oleh semua orang tua, termasuk guru-guru di sekolah.

Jangan sampai, para generasi mudah melakukan kegiatan negatif melalui internet, contohnya; menonton film dewasa. Oleh karena itu, peran pemerintah dan aparat penegak hukum juga sangat diperlukan dalam melakukan pencegahan misalnya dengan memblokir semua situs film dewas di internet.

Baca Juga :   Korupsi di Muba dan Tantangan Untuk Penegak Hukum

Sebab, dampak negatif dari kemajuan teknologi yang terjadi saat ini dapat berimbas dengan pidana asusila, karena kebanyakan menonton film dewasa. Misalnya seperti kasus asusila yang dilakukan ‘RW’, remaja 16 tahun terhadap korbannya, sebut saja terhadap Bunga (14) Agustus 2017 lalu.

Akibat kejadian tersebut, ‘RW’ diseret ke Polresta Palembang oleh anggota keluarga Bunga setelah tertangkap tangan melakukan berbuatan tak pantas tersebut.

Menurut keterangan salah satu anggota keluarga Bunga, perbuatan tersangka dilakukannya saat korban sedang terlelap tidur didalam kamaranya. Ketika kejadian, tersangka dengan mengenakan topeng masuk ke dalam kamar Bunga melalui jendela kamar. Melihat korban yang sedang tertidur, tersangka langsung melakukan perbuatan tersebut.

Sementara saat diamankan di Polresta Palembang, tersangka ‘RW’ mengaku, aksi tersebut dilakukan lantaran tak kuasa melihat kemolekan tubuh korbannya.

“Saat melihat korban tidur, saya kemudian masuk kedalam rumah korban dengan mengenakan topeng. Saya congkel jendela kamar korban dengan menggunakan obeng. Sebelum mencabuli saya sempat mengambil uang beserta rokok yang ada di dalam rumah korban, setelah itu saya baru menggagahi korban,” terang remaja yang gemar menyaksikan film dewasa ini.

Baca Juga :   Apa Kabar Ekonomi Indonesia?

Menurut keterangan paman korban, ‘K’ (36) yang ikut menyerahkan tersangka ke polisi, jika keponakan terbangun dari tidur saat tersangka melakukan perbuatan tersebut.

“Keponakan saya terbangun, ketika tersangka hendak membuka celana yang dikenakan korban. Melihat itu, ponakan saya berteriak hingga terdengar oleh kami, kami langsung mengejar tersangka dan membawanya ke kantor polisi ini,” jelas paman korban.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan, pihaknya sudah menerima serahan tersangka yang diduga melakukan perbuatan asusila tersebut dari pihak keluarga korban.

“Tersangka sudah kita amankan dan dapat dikenakan UU Perlindungan Anak,” tutupnya. (Deni Kurniawan)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kapal Pengangkut Batubara Tabrak Plaza Dermaga 7 Ulu

Palembang, KoranSN Sebuah kapal tongkang pengangkut batubara menabrak Plaza Dermaga 7 Ulu, Kota Palembang, menyebabkan …

error: Content is protected !!