H Askolani SH MH Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Program Normalisasi Sungai

Presiden Jokowi di dampingi H Askolani saat meninjau Normalisasi Sungai Padat Karya dan Swakelola. (foto-siryanto/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Calon Bupati (Cabup) periode 2018-2023, H Askolani Jasi SH MH mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja di Banyuasin meninjau Program Normalisasi Sungai bagi petani pengguna air dengan sistim padat karya dan swakelola di Desa Banyu Urip Kecamatn Tanjung Lago, Senin (22/1/2018).

H Askolani Jasi yang berpasangan dengan cawabup H Slamet Somosentono ini mengaku tak sengaja mendampingi Presiden, karena diajak oleh menteri Sosial Idrus Marham saat kunjungan Presiden di Banyuasin.

“Saya mendampingi Pak Presiden tak direncanakan sebelumnya, karena beliau (Presiden,red) banyak sekali paspampres serta tim pengamanan super ketat dan berlapis, tiba-tiba Pak Mensos menarik tangan saya suruh menemani Pak Jokowi di Banyu Urip,” ujar Askolani.

H Askolani yang berpasangan dengan H Slamet Sosmosentono atau disingkat dengan jargon ‘SolMet’ tersebut mengaku sering turun ke desa-desa baik sebagai calon bupati atau selama 2 periode menjabat sebagai anggota DPRD Banyuasin.

Askolani pada pilkada 2018-2023 dipastikan telah mendapat dukungan dari 5 partai politik yang akan mengusung pada Pilkada nanti. Diantara parpol pendukungnya PDIP, Nasdem, Demokrat, Gerindra, PPP.

Baca Juga :   Brigjen TNI Syafria Resmi Jadi Warga Kodam II/Swj

Saat meninjau langsung program normalisasi sungai dengan sistim padat karya dan swakelola, Askolani Jasi mendampingi Jokowi hingga berwawancara langsung dengan para petani Desa Banyu Urip.

Menurutnya, Program Kerja Balai Besar Sungai Sumber Daya Air yakni Normalisasi Sungai Padat Karya dan Swakelola bagi petani pengguna air di Desa Banyu Urip Kecamatan Tanjung Lago Senin (22/1/2018) sudah tepat sasaran.

Program normalisasi diharapkan terus berlanjut, tidak hanya di Desa Banyu Urip bahkan petani di setiap desa.

“Program ini bagus sekali seperti dikatakan pak Presiden bisa menambah peredaran uang di desa, meningkatkan daya beli atau konsumsi warga desa terlebih saluran air parit jadi lancar,” ujar Askolani.

Lebih lanjut kata Askolani, petani dapat merasakan langsung normalisasi sungai yang dilakukan oleh masyarakat petani.

Seperti dikatakan Presiden Jokowi, Program Normalisasi sungai dilakukan oleh para petani pemakai air. Selain kerja digaji satu hari Rp 90 ribu, parit sawah yang dangkal jadi dalam serta bersih.

Baca Juga :   Pemkot Palembang Optimis Raih WTP 2024

Terpisah Ketua Gapoktan Banyu Urip, Tukijo mengatakan, Kecamatan Tanjung Lago adalah pertama kali penerima bantuan program Padat karya dan swakelola normalisasi sungai di tahun 2018.

Menurut Tukijo, program tersebut selain murah biayanya dibanding menggunakan alat berat, juga menambah peredaran uang di desa, meningkatkan daya beli atau konsumsi warga desa.

“Kami sangat senang dengan program tersebut, agar petani bisa berperan dalam normalisasi sungai sendiri,” ujar Tukijo.
Masih dikatakan Tukijo, petani sangat terbantu sekali dengan program normalisasi sungai petani pengguna air. “Kami harapkan, program ini dipertahankan, karena petani sangat terbantu terutama saat musim paceklik dimana padi baru menjelang ‘bunting’ petani terbantu program ini,” ujar Tukijo.

Setelah program ini dilakukan, para petani diharapkan dapat tetap menjaga parit agar selalu bersih, sehingga bisa meningkatkan fungsi parit sebagai saluran air ke sawah.

“Kalau parit sawah bersih kan hama tikus akan berkurang, juga sirkulasi air jadi lancar dari parit ke sawah,” tukas Tukijo. (sir/ikl)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Berikan Remisi Khusus Hari Anak Nasional Kepada 94 Anak Binaan

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan menyatakan sebanyak 94 anak binaan mendapatkan remisi khusus …

error: Content is protected !!