Habisi Nyawa Ponakan, Penjaga Malam GSJ Jalani Masa Tua di Balik Jeruji Besi

Tersangka saat diamankan di Polresta Palembang, Senin (16/10/2017). (Foto-Deni/Koransn)

Palembang, KoranSN

Habisi nyawa korban Bastari (30), keponakannya sendiri, Kandi (39), seorang lelaki yang kesehariannya sebagai penjaga malam ini, Senin (16/10/2017) terpaksa menghabisi masa tuanya dibalik jeruji besi Polresta Palembang.

Tersangka yang tinggal di Jalan Silaberanti Kelurahan Silaberanti Kecamatan SU I Palembang dibekuk jajaran Sat Reskrim unit Pidum Polresta selang beberapa jam membunuh korban.

Menurut pengakuan tersangka saat dibincangi Suara Nusantara di ruang piket Unit Pidsus Sat Reskrim Polresta Palembang, ia mengaku terpaksa melakukan perbuatan itu karena bermaksud membela diri.

Dijelaskannya, pembunuhan itu bermula saat korban mendatanginya untuk meminta uang gajinya Rp1,5 juta setelah 20 hari kerja sebagai penjaga malam di proyek jembatan di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ). Korban bekerja disana karena diajak tersangka.

Baca Juga :   Bandar Judi Sabung Ayam di Tegal Binangun Sebar Informan dan 'Mata-Mata'

“Saya baru pulang ke rumah bersama istri saya. Masih diatas motor, korban ini tiba-tiba langsung memukul saya dari belakang menggunakan kayu,” terangnya.

Masih kata tersangka, dirinya tahu akan diserang korban, karena isteri tersangka yang sedang duduk dibonceng berteriak saat melihat korban menyerang suaminya tersebut.

“Korban datang ke rumah Pak!, mau minta gaji sebagai jaga malam kepada saya, padahal ia (korban) baru 20 hari kerja,” ungkapnya.

Mendengar itu, lanjut tersangka, korban langsung naik pitam dan terus memukuli tersangka menggunakan kayu hingga tersangka nyaris jatuh dari motor.

Karena terus diserang, tersangka pun akhirnya mengambil sajam jenis pisau yang ada di teras rumahnya. “Aku langsung ambil pisau, ku tujah satu kali di dadanya dan dia langsung tumbang Pak!. Saat itu posisi kami sama-sama masuk ke dalam parit,” ungkapnya.

Baca Juga :   20 Hari, Macan Komering OKI Terkam 32 Bandit

Setelah di tikam, tersangka pun langsung berteriak minta tolong dengan warga hingga warga sekitar kejadian berdatangan dan mengantarkan korban ke rumah sakit. “Aku teriak minta tolong, supaya korban diantarkan ke rumah sakit. Karena dia masih keponakan saya,” akunya seraya menyebut tidak ada masalah lain selain gaji.

Usai membunuh, tersangka pun langsung pergi ke rumah Kakaknya yang tak jauh dari rumahnya dan rumah korban. “Saya ke rumah kakak untuk bersihkan luka-luka,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan pihaknya sudah berhasil mengamankan tersangka beberapa saat usai kejadian. “Tersangkabsudah kita amankan dan masih dalam pemeriksaan,” jelasnya.

Motifnya, karena si korban mendesak upah sebagai jaga malam sehingga terjadilah peristiwa naas itu. (den)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

JPU Tuntut Tiga Terdakwa Pidana Pemilu Enam Bulan Penjara

Aceh, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bireuen, Provinsi Aceh menuntut tiga terdakwa tindak …

error: Content is protected !!