Hadapi “New Normal”, Pelaku Pariwisata Perlu Ikuti Protokol Kesehatan





Salah satu destinasi wisata di Indonesia. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Pengamat Pariwisata, Sapta Nirwandar menyarankan para pelaku industri pariwisata menjalankan tujuh protokol terkait kesehatan agar bisa beradaptasi dalam kondisi “New Normal” yang timbul dari pandemi COVID-19.

“Apa saja protokol kesehatannya? Pertama, modifikasi cara kerja, kemudian implementasi perilaku minim sentuhan atau touchless, lalu sanitasi yang harus diperbaiki dengan menyesuaikan protokol kesehatan,” ujar Sapta dalam diskusi daring di Jakarta, Sabtu (9/5/2020).

Selain itu Sapta menambahkan bahwa para pelaku industri pariwisata perlu menjalankan pemeriksaan kesehatan dan sertifikasi kesehatan bagi para pekerja di sektor pariwisata.

“Perlu dilakukan agar pekerja mereka bebas dari COVID-19 sehingga wisatawan aman untuk datang dan berkunjung. Ini juga memberikan keuntungan bagi pelaku industri pariwisata seperti Hotel A bebas COVID-19,” kata mantan wakil menteri pariwisata dan ekonomi kreatif tersebut.

Baca Juga :   Kulon Progo Buka Pantai Bidara Sebagai Wisata Budaya Kemaritiman

Di samping itu para pelaku pariwisata, lanjut dia, perlu juga melakukan rapid test di mana biayanya tidak terlalu mahal, lalu perlunya menerapkan praktek baru untuk akomodasi makanan dan minuman bagi keamanan serta kesehatan para pengunjung seperti penggunaan wadah makanan atau piring sekali pakai.

“Hal terpenting adalah berbagi tanggung jawab atau share responsibilities antara pelaku bisnis dan pengunjung,” katanya.

Sebelumya, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Frans Teguh mengatakan, pascapandemi diperkirakan akan terjadi kondisi new normal atau tren baru dalam berwisata dengan wisatawan akan lebih memperhatikan protokol-protokol wisata, terutama yang terkait dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, sustainable and responsible tourism, dan authentic digital ecosystem.

Baca Juga :   Rekomendasi Wisata Dekat Rumah Untuk "Long Weekend"

Menurut dia, hal-hal seperti ini akan menjadi platform ke depan, bagaimana pariwisata berkelanjutan jadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata.

Pengelola diajak memanfaatkan momentum penutupan kawasan wisata akibat pandemi COVID-19 untuk mengevaluasi dan menata ulang tempat wisatanya, sehingga menghadirkan kesan yang lebih baik bagi wisatawan termasuk mulai menerapkan pariwisata berkelanjutan. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KONI: Wisata Olahraga Akan Bangkitkan Pariwisata Belitung Pascapandemi

Belitung, Babel, KoranSN Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.