Hafisz Tohir: Untuk Menggaet Investor, Perizinan Harus Dipermudah

Suasana Rapat Dengar Pendapat antara Komisi XI DPR RI dengan sejumlah lembaga Perbankan.(foto-anton wijaya/koransn)

Palembang, KoranSN

Wakil Ketua Komisi XI, Hafisz Tohir menyatakan, untuk menggaet investor, Pemerintah harus mempermudah perizinan dan menyediakan akses penunjang, seperti infrastruktur.

Hal ini diungkapkannya saat Rapat Dengar Pendapat dengan sejumlah lembaga Perbankan dalam kunjungan kerja reses Komisi XI DPR RI masa persidangan 1 tahun sidang 2018-2019 di ballroom gedung BI Perwakilan Sumsel, Kamis (1/11/2018).

Menurut Hafisz, turunnya investasi dari investor yang berkeinginan untuk menanamkan investasi di Indonesia maupun di provinsi, salah satunya karena perizinan yang dipersulit.

“Untuk menggaet investor itu yang pertama perizinan harus diberikan kemudahan dan tidak terlalu lama, yang kedua akses penunjang seperti infrastruktur harus tersedia dengan baik,” kata Hafisz.

Dikatakannya, kedepan Sumsel harus memperbaiki iklim investasi yang ada, karena saat ini investasi di Sumsel masih jauh dibawah target.

“Agar investor di Sumsel lebih baik, kita harus mempunyai instrument dan jurus yang lebih jitu. Kalau perlu, sekat-sekat yang bisa membuat investor malas masuk Sumsel, harus dipangkas, DPR selalu membuat terobosan,” katanya.

Baca Juga :   Peduli Syiar Islam, Herman Deru Dapat Apresiasi dari Ketua BWI Pusat

Selain itu, infrastruktur di Sumsel juga harus diperhatikan. Karena salah satu penyebab investor malas menanamkan sahamnya di suatu wilayah adalah lahan dan infrastruktur.

“Dulu Ipone juga pernah mau buka pabrik di Jabotabek, tetapi karena masalah lahan dan infrastruktur, akhirnya mereka batal ke Indonesia dan pindah ke negara tetangga. Ini harus jadi pelajaran penting bagi kita,” ujar Hafisz.

Ditemui usai pertemuan, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H Ahmad Hafisz Tohir mengatakan, kehadiran mereka di Sumsel dalam rangka reses, untuk menyerap aspirasi di daerah terkait topic hangat di daerah, termasuk kontribusi daerah ke pusat.

“Karena kita ketahui kalau Sumsel sudah masuk daerah yang dilihat oleh dunia Internasional. Oleh sebab itu, kita harus memberikan opsi yang lebih banyak bagi Sumsel, sehingga investasi yang ada di sumsel terus tumbuh dan berkembang dengan lebih baik,” ujar Hafisz.

Selain itu, politisi PAN ini juga berharap, dunia investasi di Sumsel bisa kontinyu, terlepas siapapun yang menjadi pemimpinnya.

Baca Juga :   Nasdem Pastikan Dukung Heri Amalindo

“Kami ingin dunia investasi dan system pembangunan di Sumsel bisa terkontinyu. Saya ingin semua kegiatan positif yang telahdicapai oleh gubernur sebelumnya tidak terputus, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Ini bukan berarti kalau pemimpin yang periode lalu lebih baik dan sekarang. Tidak demikian, kita hanya ingin apa yang baik pada periode lalu diteruskan,” jelasnya.

Hafisz berharap, gubernur Sumsel yang baru bisa membuat pertumbuhan ekonomi di Sumsel lebih cepat lagi.

“Kami juga berharap gubernur bisa memperbaiki masalah IPM kita yang katanya sangat buruk, harapan hidup kita dibawah daerah lain, begitu pula dengan kesejahteraan kita no 23 dari 34 provinsi. Padahal kita dalah pengumpul devisa dan masuk 10 besar secara nasional,” pungkasnya. (awj)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tokoh Masyarakat Musi Rawas Dukung Ramah-Berarti

Palembang, KoranSN Nazaruddin Hasan SH, Tokoh Masyarakat Kabupaten Musi Rawas pulang ke kampung kelahirannya di …