Hakim Beberkan Aliran Cuci Uang Rp 1,2 T Jemaah Umrah Abu Tours

Hamzah Mamba. (foto-net/detiknews.com)

Makassar, KoranSN

Bos Abu Tours, Hamzah Mamba divonis 20 tahun penjara dalam kasus penggelapan dan pencucian uang Rp 1,2 triliun uang jemaah. Uang ini dipergunakan untuk membeli logam mulia, tas dan jam tangan bermerek, hingga membeli bangunan.

Hal ini terungkap dalam pembacaan vonis Hamzah Mamba di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan RA Kartini, Makassar, Senin (28/1/2019). Hal di atas terungkap saat hakim anggota Muhammad Salim Giribasuki membacakan pertimbangan hakim.

“Untuk memberangkatkan jemaah yang berjumlah 98 ribu orang, dibutuhkan dana sebesar Rp 1,8 triliun, Padahal dana yang tersisa di rekening Abu Tours hanya tinggal sekitar Rp 2 miliar,” kata Salim.

Sepanjang Abu Tours beroperasi, Hamzah Mamba berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 1,2 triliun. Uang ini didapatkan dari setoran jemaah dari transfer dan setoran langsung ke Abu Tours. Sayangnya, uang trilunan itu dipergunakan secara pribadi oleh Hamzah Mamba.

“Digunakan untuk gaji karyawan, fee agen atau mitra, listrik, ditransfer ke rekening Hamzah Mamba dan Nursyariah Mansur dan sebagian lagi untuk pembelian tanah dan bangunan, pembelian kendaraan bermotor roda dua dan empat,” sebut Salim.

Tidak hanya itu, uang jemaah ini untuk pembelian barang-barang mewah untuk Hamzah Mamda dan mendirikan anak-anak perusahan di bawah naungan Abu Corps.

“Pembelian lensa Canon, televisi, jam tangan dan logam mulia, pembelian sepatu, tas, helem, koper, jaket dan kacamata, dan logam mulia,” ujarnya.

Baca Juga :   Terlibat Suap, 4 Pejabat Muba ditangkap KPK di Palembang

Ditambahkannya, uang ini juga digunakan untuk mendirikan restauran dan beberapa tabloid dan radio untuk mendukung usaha dari Abu Tours.

Diketahui jika kasus penipuan jamaah Abu Tours ini juga terjadi di Palembang. Bahkan Senin 12 Februari 2018 lalu penyidik Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.

Pemasangan garis polisi dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut, para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa 27 Februari
2018 sekitar pukul 02.30 WIB, penyidik Polda Sumsel melakukan penggeladahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik berisikan berkas guna kepentingan penyelidikan.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat itu mengatakan, terkait proses hukum dugaan kasus penipuan keberangkatan jamaah umroh Abu Tours pihaknya dari Polda Sumsel saat ini hanya bersifat membantu.

Diungkapkan Kapolda, hal tersebut dilakukan karena belum lama ini penanganan dugaan kasus tersebut secara resmi telah dilimpahkan Polda Sumsel ke Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal ini dilakukan mengingat kantor pusat Abu Tours berada di Makassar. Dari itulah berkas hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Sumsel sudah diserahkan kepada penyidik Polda Sulsel.

Baca Juga :   MenPAN-RB Minta Formasi CPNS 2021 Diajukan Sesuai Kebutuhan Riil

Selain itu, pelimpahan penanganan proses penyelidikan dan penyidikan dugaan kasus ini dilakukan berdasarkan arahan dari Bareskrim Polri.

Bahkan kala itu Kapolda juga mengungkapkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya diduga aset Abu Tours di Palembang berupa kantor cabang dibeli menggunakan uang keberangkatan umroh, yang telah disetorkan para calon jamaah umroh. Oleh karena itulah unsur dugaan tindak pidana penipuan dalam dugaan kasus ini terpenuhi.

“Jadi, dari hasil penyelidikan kami selama ini, diduga aset Abu Tours di Palembang dibeli menggunakan uang calon jamaah umroh dan itu salah, kecuali aset tersebut dibeli dari keuntungan usaha tersebut. Sedangkan untuk penyitaan aset, nanti dengan sendirinya akan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Sulsel. Selain itu dalam dugaan kasus ini kan kantor pusatnya di Makassar bahkan TKP (Tempat Kejadian Perkara) juga banyak, ada di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk itulah, penanganan dugaan kasusnya ditarik Polda Sulsel,” ungkap Kapolda saat itu. (detik.com/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Wapres Minta K/L Konsolidasikan Anggaran Untuk Papua dan Papua Barat

Jakarta, KoranSN Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) mengkonsolidasikan anggaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.