Hakim Sebut Tiga Pegawai Bank Sumsel Babel Disidang Kredit Rugikan Negara Rp 13 M Lebih Jangan ‘Cuci Badan’, Jika Terbukti Terlibat Akan Diproses!



Saksi dari pegawai Bank Sumsel Babel saat dihadirkan dalam sidang Aran Haryadi dan Asri Wisnu Wardana terdakwa dugaan kasus korupsi kredit modal kerja yang rugikan negara Rp 13 miliar lebih di Pengadilan Tipikor Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Tiga pegawai Bank Sumsel Babel, Rabu (11/5/2022) menjadi saksi Aran Haryadi (Pimpinan Divisi Kredit BSB) dan Asri Wisnu Wardana (Pegawai Analis Kredit BSB), terdakwa dugaan kasus korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel Babel yang rugikan negara Rp 13 miliar lebih di Pengadilan Tipikor Palembang.

Baca Juga :   Sidang Dugaan Korupsi Tugu Batas Palembang, Saksi Ahli: Kadis PUCK dan Perumahaan Harus Dimintai Pertanggungjawaban Hukum

Adapun ketiga saksi tersebut, yakni; Yusman Pegawai Divisi Legal Bank Sumsel Babel, Maselywasa Kepala Legal dan Dokumentasi Kredit Bank Sumsel Babel, dan Rianda Pratama Analis Resiko Bank Sumsel Babel.

Dalam sidang, Ketua Majelis Hakim Efrata Happy Tarigan SH MH menyebut jika keterangan ketiga saksi seperti purak-purak tidak tahu hingga Hakim meminta agar para saksi jangan ‘cuci badan’, sebab jika para saksi terbukti terlibat maka akan diproses dalam perkara tersebut.

“Para saksi jangan purak-purak tidak tahu. Jangan ‘cuci badan’ semua. Kalau saudara-saudara ada keterlibatan maka saudara-saudara akan lanjut di perkara ini,” tegas Hakim. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Vonis Eddy Cs Terdakwa Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya Diringankan Pengadilan Tinggi Palembang







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Sidang Aran Haryadi dan Asri Wisnu Akan Ungkap Fakta Hukum Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Rugikan Negara Rp 13 Miliar Lebih

Palembang, KoranSN Kasi Penkum Kejati Sumsel, Mohd Radyan SH MH, Sabtu (28/5/2022) menegaskan, sidang terdakwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.