Hanya 30 Detik, GMT di Kota Pendopo Tertutup Awan

Langit di Kota Pendopo berubah menjadi gelap ketika berlangsung Gerhana Matahari Total. (foto/Anasrul)
Langit di Kota Pendopo berubah menjadi gelap ketika berlangsung Gerhana Matahari Total. (foto/Anasrul)

PALI, KoranSN

Di kota Pendopo ibukota kabupaten PALI, Gerhana Matahari Total (GMT) tidak terlihat dikarenakan tertutup awan tebal. Sehingga, masyarakat kota Pendopo tidak bisa melihat proses GMT yang diprediksi akan terjadi ratusan tahun lagi di daerah yang sama.

Meski begitu, antusias warga Pendopo ketika gerhana matahari total sangat tinggi. Mereka keluar rumah untuk merasakan langsung pagi hari yang hari ini sudah seperti malam hari.

Pantauan KoranSN, Rabu (9/3/2016), gerhana matahari di kota Pendopo hanya terjadi sekitar 30 detik saja. Suasana di Kota Pendopo seperti senja ketika hendak memasuki waktu malam. Selepas itu, langit kota Pendopo mulai cerah kembali seperti sedia kala.

Baca Juga :   Bupati PALI Terima Kunjungan Pangdam II Sriwijaya

Mulai dari anak-anak hingga dewasa antusias melihat fenomena GMT. Usman (26) warga kelurahan Handayani Mulya mengaku sengaja bangun pagi, untuk bisa melihat dan merasakan GMT.

“Aeee, idak pernah bangun pagi cak ini kak. Oleh nak jingok GMT bae. Selamo ini, paling bangun jam 07.00 wib,” ungkap Usman.

Reyhan (11) warga Gang Masjid Pendopo mengaku senang bisa merasakan fenomena GMT dalam hidupnya.

“Ini biso jadi yang pertama dan terakhir kak aku biso jingok gerhana matahari. Karena kan terjadinya ratusan tahun sekali, Alhamdulillah aku biso merasoke nyo,” kata bocah kelas 5 SD ini kepada KoranSN.

Baca Juga :   Lakukan Monitoring Penggunaan Tapping Box, Pemkab PALI Gencar Lakukan Peningkatan PAD

Disamping itu, beberapa masjid di Kota Pendopo menggelar Shalat Sunnat Gerhana. (ans)





Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

Finalis Duta Perpustakaan SD Negeri 17 Talang Ubi Kunjungi Disdik PALI

PALI, koranSN Belasan calon duta perpustakaan SD Negeri 17 Kecamatan Talang Ubi, mendatangi kantor Dinas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!